Almost 30 (Mengembang)

Pada akhirnya aku berhasil membaca habis buku yang ditulis oleh Stephen Hawking yang berjudul “A Brief History of Time”. Apa aku mengerti isi buku itu? Tentu saja tidak. Tapi aku kagum dengan pemikiran-pemikiran berani yang berhasil menghasilkan teori-teori yang mengubah dunia. Kupikir ide mengenai semesta yang mengembang dan merengkuh itu keren sekali. Bukankah secara filosofis, itu seperti manusia ya? Manusia akan mengembang, mengembang, mengembang, lalu badannya mengkerut kisut mengecil lagi. Kurasa untuk inspirasi mengenai alam semesta, terkadang manusia tidak perlu melihat jauh-jauh. Cukup berkaca dan memikirkan segalanya secara mendalam dan serius.

Lady Expanding

Ngomong-ngomong tentang mengembang dan merengkuh, seringkali aku dan teman-temanku yang seusia sangat khawatir pada perut yang begitu mudah membucit. Karena aku selalu gemuk, aku terlalu memikirkannya, tapi kupikir banyak di antara mereka yang berumur 25-30an, khawatir dengan perut yang hanya bisa membengkak. Well, kalau ini bisa menjadi semacam penghiburan, anggaplah perut yang menggendut itu sebagai tanda kita-kita ini “in sync” dengan alam semesta.

Sudden realization:

“Sama seperti alam semesta, perut mengembang”

!!!

Ah mari kembali pada renungan serius tentang alam semesta; Karena manusia adalah bagian dari alam semesta, jadi pengamatan manusia itu seperti alam semesta yang mengamati dirinya sendiri.

Terkadang alam semesta bercermin!

-nyaw, berekspansi seperti alam semesta-

Advertisements

Almost 30 (Pekerjaan Impian)

Di usia 28 mulai mendekati 30, aku telah menemukan apa pekerjaan impian yang sebenarnya. Banyak orang yang mengatakan pekerjaan impian adalah pekerjaan yang sesuai passion, oleh karena itu seolah-olah seseorang tidak akan pernah bekerja barang sehari pun dalam hidupnya. Tidak sedikit orang yang mengatakan bahwa pekerjaan impian adalah pekerjaan yang memberikan imbalan gaji besar, tunjangan kesehatan dan kepastian dana pensiun. Tapi aku telah menemukan apa pekerjaan impian yang sesungguhnya.

lady on the job

Pekerjaan impian yang sesungguhnya adalah pekerjaan yang akan selalu mengingatkanmu pada Tuhan.

Aduh kedengarannya alim sekali ya? Padahal sebenarnya saya jauh dari alim. Tapi beneran. Itulah pekerjaan impian yang sebenarnya. Karena pekerjaan yang niatnya tidak bisa direntangkan sampai panjang ke akhir dunia, itu adalah pekerjaan yang sia-sia. Kalau pekerjaan itu menjadikanmu lupa Sang Pencipta agung, artinya anda ini lebih parah dari ayam berkokok sebagai seruan pada Tuhan.

Jadi pada intinya, semua pekerjaan sama mulianya asalkan dilakukan dengan kesadaran yang tinggi. Tidak perlu ada perkataan bahwa berwirausaha lebih baik dari pegawai kantoran ataupun buruh. Tidak perlu juga ada yang mengolok-olok seniman dan penulis-penulis. Untuk apa? Seperti ayam yang berkokok, seperti cicak yang berdecak, dan seperti bunga yang mekar, semuanya punya cara untuk mengingat Tuhan. Cara satu orang tidaklah sama dengan orang lain. Semuanya unik.

Mungkin orang yang skeptis dan lelah dengan hidup akan berkata bahwa ini adalah tulisan yang terlalu romantis. Yang penting ada uang, dapat bertahan hidup, beribadah sesuai kepercayaan masing-masing. Surganya kan sama saja, nerakanya juga sama saja. Ngapain repot sih? Lakuin aja secukupnya, tidak usah banyak berharap.

Ya, bisa saya katakan bahwa anda yang bisa hidup serba cukup dan sederhana itu benar-benar beruntung. Benar, asalkan tidak ada bolong di dalam hati, lanjutkan saja pekerjaan apapun itu. Tapi masalahnya ada beberapa orang yang berbeda nasib, dan di dalam hatinya ada sebuah beban, keinginan untuk mencari suatu “kebenaran”. Syukur-syukur berumur panjang, jadi bisa mendapat kesempatan pencerahan spiritual lewat haji atau kegiatan ziarah lainnya. Tapi kenapa harus menunggu rejeki dan umur untuk pencerahan spiritual kalau ternyata hal itu bisa didapatkan setiap detiknya dalam hidup?

Ya. Kenapa harus menunggu untuk mendapatkan pekerjaan impian itu? Dapatkan sekarang juga!

*udah seperti iklan saja ya*

-nyaw, working girl-

Almost 30 (Path Inside)

Pertama-tama saya harus meminta maaf karena lagi-lagi tidak menyajikan comic strip. Beneran udah bikin kolom-kolomnya tapi rasanya momennya tidak pas dan lagi-lagi saya dalam proses menulis sebuah novel (meskipun mungkin akan ditolak lagi – ya jangan heran, karena saya adalah orang yang ngotot seperti itu). Meskipun diselaputi dengan berbagai ide tumpang tindih dan menyadari bahwa ide perlu diselesaikan satu per satu, saya ingin menyampaikan satu hal penting.

 Hal yang penting itu adalah, seperti komputer yang memiliki “intel inside”, jalan kehidupan manusia pun mirip-mirip yaitu:

“path inside”

path in me

Apa sih pentingnya mengetahui “path inside”? Sangat penting karena bisa membuatmu hemat beberapa ratus ribu yang biasanya dikeluarkan untuk mengikuti seminar motivasi, membeli buku motivasi, membeli buku otobiografi untuk membanding-banding jalan hidup, dan sebagainya. Ya kau bisa menghemat uang dan tenaga dengan mengetahui bahwa tidak pernah sedetik pun dalam hidup ini dirimu tersesat. Semuanya memang sudah dirancangkan di dalam diri sendiri dan jalan kehidupan tiap orang unik.

Ah saya tahu, mungkin terbersit omongan seperti ini:

“Kamu sendiri apa sih, pengangguran, ijazah gak dipakai, juga gak nikah-nikah. Orang yang tidak berprestasi seperti kamu tahu apa sih?”

Ya benar juga, saya ini tahu apa sih? Kamu juga tahu apa sih? Keadaan semua orang itu sama saja sebenarnya. Trik sebenarnya adalah menghimpun informasi sebanyak mungkin dan memilah-milah informasi yang dipertimbangkan benar. Jadi apapun informasi yang diterima, jangan langsung menampik, tapi pikirkan, kembalikan pada kebenaran mutlak, dan renungkan.

Oleh karena itu, saya menyampaikan rahasia mengenai “path inside”. Yang disebut mencari jalan kehidupan itu tidak pernah ada. Bagaimana bisa seseorang mencari jalan ketika dirinya sendirilah si “jalan” itu? Yang perlu dilakukan adalah mendoakan jalan itu memang jalan yang terbaik dunia dan akhirat.

Sebenarnya sederhana. Tapi semua orang tahu, justru hal-hal yang sederhana itulah sulit. Seperti semakin pendek sebuah rumus, semakin luas cakupannya.

-nyaw, “nyaw inside”-

Komik Lawas (Satu Hari)

Tadi pagi, gwa sibuk mengacak-acak tumpukan sketsa dan script lama karena gwa sedang mencari script yang buat diri gwa sendiri penting. Sebagai seseorang yang tidak punya karya yang diterbitkan, gwa merasa cukup satu hati karena script yang dimaksud tidak ditemukan, malah yang ketemu adalah tumpukan naskah novel setinggi 7 cm yang ditolak oleh GPU dan Gagas Media (terdapat gundukan dengan tinggi kurang lebih sama untuk naskah komik yang ditolak Elex).

*Ayo buat pose: sakitnya tuh di sini…*

Ternyata di antara tumpukan itu terselip komik lawas buatan gwa waktu SMU. Judulnya adalah satu hari, dan gaya sangat berbeda dengan sekarang! Karena gwa adalah anak yang menyukai hal-hal gothic, gaya ceritanya serius. Tapi entah kenapa gwa memilih tokoh-tokoh yang tampangnya imut-imut sekali! Gwa sedikit bingung dengan komik pendek berjudul “Satu Hari” ini,

Satu Hari-Scanned-01Satu Hari-Scanned-02Satu Hari-Scanned-03Kalau ini adalah komik layanan Anti-Rokok, kenapa dibikin dengan gaya satir seperti itu? Ah entah apa yang gwa pikirkan saat itu. Gwa hanya ingat bahwa gak lama berselang setelah komik ini dibuat, gwa tidak merapikannya sampai selesai. Alasannya adalah karena sehabis cerita ini dibuat, gwa baru mengetahui adanya ayat-ayat di Al Qur’an mengenai “bidadari-bidadari surga”. Sebagai anak yang gothic, gwa berpikir kalau orang-orang sebenarnya tidak terlalu serius di dalam hubungan romance mereka, karena toh akan bertemu bidadari surga kan! Jadi jodoh hanyalah masalah kebutuhan duniawi saja.

Tapi sekarang gwa 27, hampir 28, menuju 30, dan menyayangkan putusnya urat romantis di dalam diri gwa. Tentu saja gwa salah mengintepretasikan ayat-ayat tentang bidadari surga itu. Gwa belum bisa memahaminya, dan menggunakannya sebagai alat untuk menjadi getir. Bodoh sekali!

Oleh karenanya, tadi gwa sempatkan untuk merapikan komik ini sedikit. Karena gwa berutang pada diri SMU gwa untuk meyakinkannya bahwa dunia tidak segetir itu. Memang sih komik ini sama sekali tidak berhubungan dengan “Almost 30” yang begitu kocak, tapi gwa ingin menunjukkan bahwa untuk menjadi kocak, ternyata terdapat sebuah proses getir. Semua orang mengalaminya dan itu sah saja dan tentu saja kau boleh mempertanyakan hal-hal yang berada dalam kitab suci agamamu karena itu artinya kau sedang mencari kebenaran!

Jadi jangan takut dan jangan biarkan diri menjadi getir. Lakukan banyak kesalahan tapi teruslah memperbaiki dan mencari kebenaran!

-nyaw, already was 17-

Almost 30 (Jargon Debat)

Dua hari yang lalu, aku baru saja mengunjungi pameran ICI 2014 yang diadakan di JIEXPO. Meskipun sudah ada afiliasi dengan perusahaan kosmetik apapun, aku berkeliling stand-stand menemani temanku yang memiliki pabrik kosmetika di Solo. Berkeliling seperti itu menginspirasiku mengenai beberapa hal yang anehnya tidak berhubungan dengan formulasi kosmetik apapun. Mungkin karena sambil berkeliling aku juga membicarakan hal-hal managerial dengan temanku itu.

Kalau berbicara tentang hal-hal managerial, mungkin meeting, perdebatan, dan adu ide menjadi topik yang familiar. Sebenarnya, bersilang pendapat dengan orang lain bisa berujung pada kekusutan atau malah memperkuat suatu penyelesaian masalah. Agak seperti halnya rambut, kalau disilang-silang tanpa arah yang pasti akan menjadi kusut, tapi kalau disilang-silang dengan arah yang pasti dan kehati-hatian akan menjadi sesuatu yang kuat dan indah seperti sebuah kepangan.

Jargon Tangles or Braids

Setiap melakukan adu debat, alangkah baiknya bertanya pada diri sendiri, akankah ini menjadi kusut atau kepang?

“Will this conversation lead to tangles or braids?”

-nyaw, kusut=tangles, kepang=braids-

Almost 30 (Quote Cosmos)

Akhir-akhir ini aku terobsesei untuk menyelesaikan sebuah novel. Padahal belum ada kepastian apakah novel itu akan layak baca atau apakah akan ada yang menerbitkan novel itu. Bisa dibilang aku sedang berusaha keras untuk menyelesaikan sesuatu yang belum tentu bermanfaat. Kupikir aku harus menuangkan segalanya sebelum bisa membuat comic-comic strip konyol lagi mengenai The Almost 30 Lady. Jadi untuk sementara aku membuat gambar-gambar dengan quote untuk menyalurkan kekonyolan hatiku, sementara aku mencurahkan segala-gala hal  yang kompleks di dalam novel yang entah apa juntrungannya.

Gila sekali! Kenapa mencurahkan tenaga pada hal yang belum tentu berbuah hasil?

Jawabannya: Tidak tahu.

Mungkin saat ini jawabannya masih ada pada debu-debu bintang.

*Itu adalah kalimat yang terdengar romantis, padahal maksudnya adalah pun dari quote yang di gambar*

-nyaw, hanya butiran debu-

*iya itu sebuah pun lagi dari lagu yang ada lirik “Aku tanpamu, butiran debu…”*

*ok, aku harus berhenti membuat pun*

Quote Cosmos