Iklan yang dinanti

Meskipun aku hampir berumur 23 tahun. Tiap pagi sebelum pergi KP atau kuliah, aku akan menonton Spongebob. Aku menikmati Spongebob yang diulang beratus-ratus kali, tapi iklan ini yang aku tunggu,

Jadi menambah pede ^^

Kalau orang-orang sih menganggap lagunya sangat menghipnotis, tapi aku merasa langsung BISA! >.<

Cakar dan Taring

Lagi-lagi luapan emosi seorang danz mendatangkan masalah. Kata MM, aku harus berpikir dulu sebelum marah, lalu mengeluarkannya dengan beradab. Bapakku juga bilang aku terlalu emosional. Aku merasa itu adalah ucapan-ucapan yang sangat ofensif, karena aku memang emosional. Marah aja pake aturan! Huh!

Aku tidak mau tambahan aturan!!!!

Lalu aku mengamuk dan berguling-guling resah karena harus menjadi gadis manis yang beradab. Aku tidak suka menjadi beradab. Beradab itu buat koruptor-koruptor, buat tukang hipnotis di jalanan yang membodohi ibu-ibu, buat laki-laki hidung belang yang meliciki perempuan-perempuan. Beradab adalah suatu alat yang dipakai orang-orang tidak jujur untuk diterima masyarakat.

Itulah peradaban untuk manusia modern!

Alat pembohongan!!!

Lalu aku berguling-guling lagi dengan resahnya. Pokoknya aku tidak mau seperti itu. Mau kek orang gila juga biarin aja, pokoknya aku tidak mau pakai senjata “beradab”! Aku akan tetap pakai “cakar dan taring”!

Lalu aku melanjutkan aktivitas berguling-guling dengan menyetel album “Nelly Furtado-Loose”. Setelah capek berguling-guling, kupikirkan lagi tentang cakar dan taringku. Kurasa Bapak dan MM bukan bermaksud begitu. Kayaknya maksudnya, “Buat apa selalu ngeluarin cakar dan taring, kamu gak perlu ah!”

Benarkah begitu Pak, MM?

Benarkah aku tidak perlu cakar dan taring karena punya seorang bapak dan seorang MM?

Humm… gak tau betul tidaknya. Tapi kurasa cakar dan taring akan disembunyikan karena aku sudah punya semua yang aku butuhkan, termasuk perlindungan Allah yang diteruskan kepada orang-orang yang disayangi dan menyayangi >.<

Cakar dan taringnya akan digunakan untuk hal lain, seperti mengupil hidung dan telinga.

Post ini kita akhiri dengan lagu Beatles yang legendaris, “All You Need is Love”.

“All you need is love (tutututuuuuu)

All you need is love love

Love is all you need….”

Perempuan dan Pacarnya Bernama Cemburu

Danilah sebal, Danilah kesal, Danilah marah sangat kental.

Tidak ada yang lebih menyebalkan daripada pulang kerja, capek, lemes dan saat ingin melihat FB si pacar, ada komen sok imut mantannya di wall.

Ikh, cape d….

Kau berpikir, “Hah… tidak bisakah seseorang hanya memandang FB cowoknya tanpa kontaminasi?” Tapi tidak, oh tidak, karena pekerjaan melapangkan hati itu setiap detik. Kau sudah malas dan bosan, tapi harus terus dilakukan dalam berbagai macam rasa dan variasi.

Kadang-kadang kau juga bertanya-tanya sampai kapan orang ini akan mengikuti. Tuhan, berikan dia sebuah pekerjaan selain mengomentari mantannya.

Tapi tidak, mungkin itu bukan skenario yang baik.

Apalah awak, hanya makhluk yang tak berarti.

Kadang-kadang kau juga bertanya, kenapa kau tidak punya mantan yang seperti itu. Yang sepertinya bego dan mengikuti ke mana pun.

Tapi tidak, di dalam hati, kau tahu kalau tidak punya berarti gak perlu dan itu hanya perasaan iri.

Kadang-kadang kau hanya ingin pulang dan membuka FB dan di wall pacarmu tidak ada komentar mantannya.

Tapi itu bukan rejekiku.

Proses Menuju YAK!

Tiba-tiba merasa mual.

Tadi lagi iseng baca macam-macam di internet, ketemu tulisan teman tentang alasan pengharaman babi dalam agama Islam. Artikel bagus tapi sesuatu membuatku mual. Temanku mengutip sebuah ayat yang menyebutkan hal-hal yang diharamkan, dan di rentetan ayat itu disebutkan bahwa “mengundi” itu haram.

Astagfirullah. Aku suka tuh mengundi kalau dah bingung banget. Seperti saat kemarin aku mengambil keputusan untuk KP di RS, aku memakai undian koin. Matilah. Mual langsung.

Salah sendiri sih. Dah tau jadi bagian umat yang berpikir, kok malah suka melakukan hal-hal yang tidak melibatkan otak ~.~

Doa, Pikir -> pilih -> berani -> keputusan

Njiss, tolol kali awak ini ~.~ Gitu aja lupa.

Dilibatkan

Setelah bertahun-tahun, baru kali ini aku merasa senang dilibatkan. Mungkin buat orang lain, dilibatkan dalam sesuatu itu biasa saja, tapi bagiku itu seru. Seperti misalnya, aku senang sekali dilibatkan dalam hidup MM, atau dilibatkan dalam kesehari-harian kecil seperti di-take-in bangku di kuliahan. Hal sederhana seperti itu kalau tidak sadar jadi tidak tahu bahwa itu seru.  Film tentang “keterlibatan” juga ada loh. Judulnya “The Cell”, tokoh utamanya J-Lo. Di sana dia adalah terapist yang punya metode melibatkan diri ke dalam kenangan pasiennya. Ternyata metode yang dia gunakan terbalik, seharusnya dia melibatkan si pasien ke dalam kenangan dia.

Nah ternyata seperti itu ya. Mengundang itu penting ^^! Aku sendiri tidak suka mengundang orang lain, soalnya aku selalu merasa takut bertanggung jawab. Aku takut melakukan kesalahan, lalu tiba-tiba yang disalahkan adalah orang yang dilibatkan. Mungkin memberikan kesempatan pada orang lain untuk membela diri itu ok juga.

Aku juga ingin mengundang ah ^^!

Secuil

Danilah bingung, Danilah hatinya resah….

Tadi di sela KP, aku membaca buku persuasif-argumentatif  yang judulnya “Kudung Gaul, Berjilbab tapi Telanjang”. Di dalam buku itu digambarkan bagaimana berjilbab adalah menutupi aurat dan tidak menunjukkan lekuk tubuh, lalu perubahan makna jilbab yang sebenarnya adalah karena artis-artis yang binal. Jilbab diharuskan untuk tidak membangkitkan hasrat/nafsu. Buku itu mengingatkan aku pada notes Facebook yang ditulis oleh seorang kenalan. Dia menulis bahwa seorang perempuan itu indah karena dia menutupi dirinya. Singkat kata dia cantik karena dia memakai jilbab. Dia merasakan suatu getaran ketika melihat perempuan berjilbab.

Euuuuhhhh, ini aku yang bodoh atau apa yak, tapi kayaknya kenalanku itu nafsu dengan cewek berjilbab….

Mengerikan sekali bagaimana menutup aurat bisa menjadi membuka aurat. Pusing aku. Jadi ingat juga bahwa dulu pernah dikomentari waktu SMU, “Kamu cantik danz pakek jilbab.” Dooohhhh, padahal yang bilang anak DKM, kok menjadikan jilbab seperti perangkat penampilan. Bingung aku, padahal aku gak pakek jilbab, gimana perasaan yang berjilbab kalau dikomentari gitu yak? Pasti merasa telanjang.

Atau jangan-jangan itu aku saja yang aneh….

Entahlah, nafsu keknya mau gimana pun juga muncul ke permukaan dengan bentuknya yang berbeda-beda. Mau dilawan menahun, jadinya bingung menahun, dan seperti kuda-kudaan, kita cuman bisa “ngek ngok ngek ngok”.

Halah…. Seseorang berikan penjelasan donk ah. Sepertinya kebenaran berubah setiap hari.

Mengutip sebuah film yang bagus:

“Kiamat sudah dekat!”

Berani dan Takut

Habis nostalgia dengan panas-panasan politik kampus, yang doohhh ~.~ who cares yo… Ngan ngabeungharkeun CV maneh doooohhhhh ~.~

Tapi aku menemukan kalimat-kalimat yang menarik:

Buktikan kamu berani!

Apa kamu takut?

Kalimat yang sama, arti yang sama, tapi rasa beda.

Pahami logika hati. Pahami sinkronisasi otak, hati dan gerak. Lama-lama akan jadi orang paling bego sedunia, tapi itu bukan masalah. Sama sekali bukan masalah. Mungkin masalahnya adalah ilusi ada sebuah masalah. Itu namanya delusional.

Pertanyaannya sekarang,

Paham atau tidak?

Tapi ngerti juga sih kenapa orang-orang gak mau sinkron. Ayolah, siapa sih yang mau jadi bego? Mungkin gak perlu sih pintar sekali, tapi tetep aja gak enak jadi bego. Katanya bisa mati muda atau patah hati tua. Halah… ~.~ banyak ini dan itu yak.