Almost 30 (Omong Kosong yang Tidak Perlu)

Ini adalah strip yang sedikit serius dan kontroversial, yaitu tentang: “Omong Kosong” kalau bule akan bilangnya: “Shit I have to face”

Ada banyak omong kosong di dunia ini. Tapi ada satu omong kosong yang tidak perlu dihadapi dan dijadikan suatu beban hidup. Salah satu hal itu adalah omong kosong yang diberikan seseorang yang menjadi pasanganmu dalam suatu hubungan. Banyak orang berpikir bahwa, “Oh asal dia gak mukul, selingkuh dan masih mencari nafkah, ya terima ajalah.” Tapi yang harus ditanyakan kepada hati yang terdalam, apa iya itu cukup? Pada orang yang sering memberikan omong kosong, kamu yang saat ini selalu jadi arahan “tidak cukup baik” untuk dirinya. Yang harusnya ditanyakan, kamu ataukah dia yang tidak cukup.

Bukannya menyenangkan seandainya menghabiskan hidup dengan orang yang bisa bersyukur? Di dalamnya termasuk mensyukuri bisa menghabiskan hidupnya denganmu?

Coba renungkan dan jangan seperti The Almost 30 Lady yang di gambar. Maksudnya adalah jangan menelan omong kosong dengan begitu saja, omongkan hal yang mengganjal, kalau dia mengelak dan manipulatif, katakan “NO” dan berjalanlah menjauh.

Omong Kosong 1 dan 2-nyaw, almost 30, say what’s on your mind clearly-

Advertisements

Almost 30 (Pencari Jodoh)

Mendekati hari Lebaran, banyak teman-teman yang lajang mengaktifkan suatu gerakan “Larangan bertanya “Kapan Kawin” di hari Ied”. Memang itu pertanyaan yang menyebalkan sekali. Tapi aku akan mengikuti sikap cool dari seseorang yang menikah di usia hampir 50 tahun (pernikahan pertamanya loh, aku juga membaca tentang orang ini di sebuah artikel):

“Kok nanya kapan nikah sih, itu kan hak prerogratif Allah.”

Ya betul sekali. Kenapa nanya sih? Udah tau gak bisa dijawab, masih nanya?

Pencari Jodoh-nyaw, mending juga makan ketupat daripada nanya pertanyaan yang aneh. ya kan?-