Up and About

Jadi seperti yang pernah diceritakan, sehabis suatu pelatihan aku mendapat sebuah gambar yang menarik dari pelatihnya, yaitu matahari yang mengintip dari balik awan-awan.

Aku berpikir-pikir tentang gambar itu, dan inilah lagu yang cocok untuknya:

“The itsy bitsy spider went up the water spout.

Down came the rain and washed the spider out

Up came the sun and dried the balls of rain

And the itsy bitsy spider went up the spout again”

–> childhood song; Itsy Bitsy Spider

Shit happens. Suatu hari akan hujan dan menghancurkan semua yang sudah dibangun susah payah. Tapi suatu hari pasti matahari akan terbit dan menguapkan semua butiran hujan dan dengan sekuat tenaga membangun dan membangun lagi.

-nyaw, is a spider climbing a water spout-

Advertisements

Distinctive

Pada post sebelumnya, aku marah-marah tentang sebuah postpone. Pada kenyataannya, meskipun di post itu aku terdengar marah, pas hari H aku tidak bisa melakukan apapun selain melupakan hal postponing itu dan live with it. Semuanya adalah karena orang yang melakukan postpone punya bau “orang penting”.

Kalau ketemu orang dengan bau “orang penting”, kamu gak bisa melakukan apapun selain menerima kehadirannya di ruangan itu. Kecuali baumu sama kuatnya, tentu saja mungkin terjadi cekcok atau malah cocok sekali karena bau yang saling menguatkan (yang hampir tidak pernah terjadi di dunia ini btw).

Aku mungkin terengar gila dan membuatnya terdengar si orang itu emang bau beneran. Tapi buatku seperti itu. Karena dari dulu aku adalah perempuan penuh instinct (bahkan sepertinya aku membuat formula berdasarkan instinct), rasa-rasanya aku bisa mengendus kepribadian orang lain. Mungkin itu karena aku hobi sekali makan. Katanya orang yang hobi makan itu hobi mengendus juga.

Meskipun bisa mengendus, sayangnya aku anosmic dengan diri sendiri.

Jadi bertanya-tanya. Bauku seperti apa ya?

-nyaw, endus endus endus-