Sketsa Sebelum Puasa

Kadang-kadang ada saatnya seseorang itu sakaw menggambar:

Ini senior di jurusan yang sudah menikah dengan salah satu teman dari rileks. Yang tidak diketahui oleh senior ini adalah saat berbicara dengan suaminya, alisnya mengangkat seperti senang sekali (kenapa ya?).

Kalau yang ini tidak tahu siapa. Lagi iseng lihat-lihat facebook dan ada video cowok lagi nyanyi Blackbird-The Beatles sambil main gitar. Kebetulan sosok orang ini yang ada di saat  sakaw, jadilah dia dibuat jadi sketsa :p.

-nyaw, tampaknya masih sakaw tapi ngantuk-

Art of life

Bersama adek, kita berhasil membuat waffle dan strawberry glaze. Sebelumnya kita berdua pernah gagal. Waffle yang dihasilkan lepek dan tidak mengembang. Inti dari waffle yang bagus adalah aerasi dan harus membuat adonan yang benar-benar smooth.

Memasak makanan yang tidak sehat adalah salah satu cara untuk bersantai, rileks saja dan menikmati proses. Meskipun begitu, dalam otakku berputar-putar banyak teori yang tidak jelas juntrungannya. Seperti pembuatan preemulsifikasi air telur dan mentega, jadi ingat tentang lecithin. Proses penambahan preemulsi ke tepung, padahal seharusnya kupikir akan lebih smooth kalau sebaliknya. Curi-curi menambahkan soda kue karena aku menginginkan waffle yang lebih mengembang *jangan beritahu ibuku*.

Ya begitulah. Terkadang untuk beberapa orang, memasak aja merupakan hal yang pelik dan bisa dilogikakan.

-nyaw, slurp slurp-

*mungkin penyajian berikutnya harus nambah whipped cream buatan sendiri, sayangnya kita gak punya mixer yang cepat*

Berpegangan Tangan

“I wanna hold your hand. I wanna hold your hand!”

-The Beatles-

The Beatles adalah salah satu band yang legendaris karena kesederhanaannya. Menurut banyak orang, cara The Beatles mengungkapkan perasaan jatuh cinta begitu jujurnya karena sebenarnya sebelum semua hal-hal yang begitu rumit seperti “keseriusan”, “pernyataan cinta”, “pertanggungjawaban” semuanya berawal dari hal sesederhana “ingin berpegangan tangan”. Kepolosan yang diungkapkan dari keinginan berpegangan tangan tidak semua orang mengingatnya, jadi sangat menakjubkan rasanya ada seseorang yang mengingat hal sesederhana itu.

Aku adalah orang yang termasuk ke dalam salah satu orang yang merasa takjub dengan kesederhanaan tersebut. Setelah membaca sebuah komik lama yang sudah berdebu mengenai pengalaman berpacaran untuk pertama kali, aku jadi ingat betapa sederhananya berhubungan dengan lawan jenis sebelum semua resiko diketahui dengan jelas. Semuanya sesederhana “rasa malu bertatapan langsung”, “ingin sering ketemu dia”, “mengumpulkan keberanian memulai obrolan”, dkk. Sekarang setelah mengetahui segala resiko semuanya menjadi ” apakah diacukup berani untuk mengatasi rasa malunya bertapapan langsung?”, “apakah dia ingin ketemu saya?”, “apakah dia berusaha mengenal saya?”, dkk hal yang berbentuk tanda tanya dalam beragam bentuk.

Di luar dugaan, mengetahui resiko malah bisa merusak hal yang tadinya baik. Suatu hal yang tadinya polos dan anak-anak begitu didewasakan menjadi lambat dan tidak asik.

Tapi tidak semua hal yang dewasa itu lambat dan tidak asik. Di luar sana ada loh orang dewasa yang masih bisa asik, tapi karena mengetahui resiko, dia menjalani hubungan percintaannya dengan otak (yang entah bagaimana cara melakukannya pada saat kau harus menggunakan hati…).

Karena berpikir-pikir tentang bahwa perubahan kepolosan menjadi kehati-hatian, aku pun berpikir bahwa sepertinya aku juga mengalami penuaan yang seperti itu. Aku pun saat melihat lawan jenis menjadi berhati-hati tanpa alasan yang jelas. Kadang-kadang aku bertanya-tanya apakah aku mengharapkan jenis ketertarikan lawan jenis yang salah.

Apakah aku mengharapkan “ingin selalu bersama” ketika secara naluri aku malah mengeluarkan “apakah kita mempunyai keinginan bersama?”

Tenanglah, bukan hanya kebanyakan kita yang berubah. Bahkan Beatles pun berubah:

“… love is more than just more than holding hands

… I would love to love you and that she will cry when she learns we are two, if I fell in love with you”

-The Beatles-

-nyaw, in a vintage feeling way, remembering old feelings from old songs and new feelings also from old songs-

New NEET

Keputusan saat ini adalah menjadi seorang NEET aka Not Currently engaged in Employment, Education or Training aka pengangguran. Keputusan yang diambil sudah dipikirkan sejak lama, dan kalau melihat beberapa post sebelum post ini, pasti aku sudah mengungkit-ungkit ingin resign.

Lalu apa dilakukan yang dilakukan NEET?

Tentu saja mengganggu orang yang sudah engaged in employment, education, and training. Secara singkat yang dilakukan adalah…

1. Main dengan Muthe, ngopi, beli buku dan ngerecokin pekerjaan freelance-nya sebagai fotografer prewed

2. Mengganggu prosesi foto prewedding seniorita Lisa dan dolgar Galih di curug dago. Kaget dengan medannya yang seperti tebing curam. Jadi sakit kaki tapi bangga karena bisa manjat semi tebing 😀

(Merecoki prosesi foto prewed Lisa-Galih di Curug Dago, courtesy: Muthe)

(Merecoki prosesi foto prewed Lisa-Galih di Hutan Raya Juanda, courtesy: Muthe)

3. Berkeliling Singapur dan KL bersama ibu dan adek. Terpesona dengan art museum yang berbentuk seperti mangkok salad raksasa yang sangat teknis. Membuat rencana untuk main ke singapur lagi dalam keadaan fisik lebih baik.

(Museum Art and Science Singapore. Seperti mangkok salad, sedang ada tribute untuk Salvador Dali, Vincent Van Gogh, dan peninggalan Dinasti Tang. Tiap ruang eksibisi dikasih parfum khusus)

4. Maen dengan sesama NEET Amel dan pegawai bank seksi Egon. Berfoto-foti narsis di depan kolam tengah di depan nama jurusan “potensial” :p

(nyaw berpikir jadi anak Tekim, courtesy: Amelia)

5. Bersama NEET Amel dan pegawai bank seksi Egon merecoki pecinta alam penghisap 234 Syukri tonk kidtonk. Berkat hospitality Syukri tonk kidtonk, bisa foto-foti sampai malam hari dan berhasil menemukan himastron.

(Himastron, himpunan dengan lokasi paling menarik, courtesy: Amelia’s D70, photographer: Syukri Tonk Kidtonk)

Jadi inti dari NEET adalah memastikan kegiatan “ngalor ngidul” bisa berjalan lancar jaya siapapun dirimu. Karena kegiatan ngalor ngidul itu adalah hal penting dan bisa membuat otak tetap berjalan waras. Karena dengan ngalor ngidul, kenal gak kenal semuanya bisa bergembira bersama.

Yeah…! Hidup NEET!

-nyaw, NEET sampai waktu NEET terasa membosankan dan merasa uangnya gak cukup :p-