Pada ke mana caca?

Hari ini penasaran berat dengan kabar-kabar teman-teman semuanya. Rasanya akan cocok kalau bingungnya diiringi lagu: ST12-Yolanda

“Kamu di mana, dengan siapa…”

😆

Tapi beneran deh, teman-teman… kalian di mana??? >.< How r u baby? >.<

Kalau lagi gini, jadi berpikir kalau 1 keluarga itu besaaaaaarrrr yak. Bisa bikin di sini, nambah di sana, ada lagi yang ketemu di kota apa.

Besar. Besar. Kalau dikumpulin di satu pulau, pulau yang segede apa yak?

Terus, ngomong-ngomong kapan 1 bumi itu jadi 1 keluarga yak?

Eh gimana kalau mulai gerakan baru yuk yuk yuk ^^. Bikin gerakan “family where ever I go”, semua orang dijadiin keluarga. Mudah-mudahan dengan begitu benar-benar terasa istilah “seluruh bumi adalah rumah saya”.

Wow wow, tampak menarik. Yuk caca kita mencobanya! ^^

-semangat!-

Advertisements

Gadis kecil, Gadis besar, menuju Wanita

Menarik.

Selama menghabiskan sebagian besar hidup dengan lingkungan penuh perempuan, mau tidak mau jadi memperhatikan ada siklus yang menarik. Jadi, ternyata, siklus jadi perempuan itu seperti ini:

anak kecil *main boneka* –> remaja muda *pengen secantik boneka, mulai sadar ada laki-laki* –> remaja dewasa *sudah sangat sadar ada laki-laki, mulai melirik atau malah sinis dan skeptis* –> gadis kecil *sudah sadar laki-laki, tapi belum dilirik yang pihak sana atau memutuskan tidak mau dilirik, mulai menyadari tonjolan-tonjolan di badan* –> gadis besar *dilirik laki-laki tapi dirinya sendiri mood-moodan melirik balik, lebih senang bersenang-senang dan godain bayi-bayi tetangga, mulai memikirkan hidupnya sendiri dan rencana membuat hidup lain* –> wanita *mulai menerima keadaannya, dan mulai memikirkan bagaimana caranya membuat plus dalam hidup*

Dan siklus ini sangat menggemaskan. Pada saat melihat ke belakang, malah bikin perut geli tapi menjalaninya itu hal yang berbeda. Perasaan bercampur aduk tidak jelas.

Seringkali aku merasa Tuhan senang berguyon. Guyonan paling epic di seluruh jagat raya pasti Tuhan yang bikin.

-ditutup dengan lagu centil yang lagi disukai: Mau tapi Malu

Kegemaran

Ternyata aku yang pelit ini mempunyai keborosan yang irasional. Baru menyadari hal itu saat berjalan-jalan bareng teman-teman.

Jadi tadi lewat toko pernak-pernik, dan seperti biasa, matanya jelalatan melihat desain-desain baru. Ada desain gelang yang bikin kabita abis, tapi ya gitu deh… gelangnya gak muat (<_<), tapi cukup puas karena akhirnya 2 teman beli gelang itu, jadi setidaknya bisa liat kapan-kapan.

Tapi yang lucu, adalah aku membeli anting yang notabene gak akan pernah keliatan bentuknya karena pakai jilbab :lol:. Tapi tetap aja dibeli, karena desainnya membuat semangat, rasa pede dan inspirasinya muncul.

Ya, boros sekali, dan terlebih lagi sangat irasional. Tapi kalau dipikir-pikir itu bukan satu-satunya “barang inspirasional” yang aku punya. Ada beberapa perhiasan, tas, sepatu, baju, kain, dan hal-hal inspirasional lainnya. Tapi meskipun orang lain bilang “karena ga dipakai jadi buang duit”, aku benar-benar memakainya dengan melihatnya! 😆

Parah parah…

Liat aja kok bayar, mungkin lain kali difoto aja apa yak.

~.~

Tapi suka, suka megangnya juga….

Kacau…. ~.~