Almost 30 (Pekerjaan Impian)

Di usia 28 mulai mendekati 30, aku telah menemukan apa pekerjaan impian yang sebenarnya. Banyak orang yang mengatakan pekerjaan impian adalah pekerjaan yang sesuai passion, oleh karena itu seolah-olah seseorang tidak akan pernah bekerja barang sehari pun dalam hidupnya. Tidak sedikit orang yang mengatakan bahwa pekerjaan impian adalah pekerjaan yang memberikan imbalan gaji besar, tunjangan kesehatan dan kepastian dana pensiun. Tapi aku telah menemukan apa pekerjaan impian yang sesungguhnya.

lady on the job

Pekerjaan impian yang sesungguhnya adalah pekerjaan yang akan selalu mengingatkanmu pada Tuhan.

Aduh kedengarannya alim sekali ya? Padahal sebenarnya saya jauh dari alim. Tapi beneran. Itulah pekerjaan impian yang sebenarnya. Karena pekerjaan yang niatnya tidak bisa direntangkan sampai panjang ke akhir dunia, itu adalah pekerjaan yang sia-sia. Kalau pekerjaan itu menjadikanmu lupa Sang Pencipta agung, artinya anda ini lebih parah dari ayam berkokok sebagai seruan pada Tuhan.

Jadi pada intinya, semua pekerjaan sama mulianya asalkan dilakukan dengan kesadaran yang tinggi. Tidak perlu ada perkataan bahwa berwirausaha lebih baik dari pegawai kantoran ataupun buruh. Tidak perlu juga ada yang mengolok-olok seniman dan penulis-penulis. Untuk apa? Seperti ayam yang berkokok, seperti cicak yang berdecak, dan seperti bunga yang mekar, semuanya punya cara untuk mengingat Tuhan. Cara satu orang tidaklah sama dengan orang lain. Semuanya unik.

Mungkin orang yang skeptis dan lelah dengan hidup akan berkata bahwa ini adalah tulisan yang terlalu romantis. Yang penting ada uang, dapat bertahan hidup, beribadah sesuai kepercayaan masing-masing. Surganya kan sama saja, nerakanya juga sama saja. Ngapain repot sih? Lakuin aja secukupnya, tidak usah banyak berharap.

Ya, bisa saya katakan bahwa anda yang bisa hidup serba cukup dan sederhana itu benar-benar beruntung. Benar, asalkan tidak ada bolong di dalam hati, lanjutkan saja pekerjaan apapun itu. Tapi masalahnya ada beberapa orang yang berbeda nasib, dan di dalam hatinya ada sebuah beban, keinginan untuk mencari suatu “kebenaran”. Syukur-syukur berumur panjang, jadi bisa mendapat kesempatan pencerahan spiritual lewat haji atau kegiatan ziarah lainnya. Tapi kenapa harus menunggu rejeki dan umur untuk pencerahan spiritual kalau ternyata hal itu bisa didapatkan setiap detiknya dalam hidup?

Ya. Kenapa harus menunggu untuk mendapatkan pekerjaan impian itu? Dapatkan sekarang juga!

*udah seperti iklan saja ya*

-nyaw, working girl-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s