Almost 30 (Nostalgia Menstruasi Pembalut)

Setelah melakukan suatu usaha sia-sia mengerahkan kekuatan gelombang otak untuk membuat suatu comic strip tiba-tiba muncul dari udara dan jatuh ke atas meja, aku akhirnya menyerah pada cara manual. Cara manual: Memikirkan dengan otak tapi tetap menggambar dengan tangan.

Ternyata… saya bukan Neo….

Jadi, sepertinya sudah beberapa kali aku membuat topik tentang menstruasi (atau setidaknya aku senang membicarakannya dengan teman-teman). Menstruasi adalah hal yang temanya disukai oleh perempuan-perempuan karena meskipun para laki-laki dapat mempelajarinya lewat buku atau mbah google, laki-laki tetap tidak akan dapat menjawab pertanyaan, “Pembalut yang paling nyaman yang mana ya?”

Kadang aku suka membayangkan, apakah bagian R&D pabrik pembalut harus mencoba produknya meskipun sekalipun dia adalah laki-laki.

Aku jadi penasaran.

BTW, di dalam strip aku memunculkan lagi teman baik SMU yang sering terkena kemalangan akibat keegoisan temannya ini. Maafkan ya…

Menstruasi Pembalut-nyaw, hati-hati memakai kompres ya, suka bocor!-

Advertisements

Selamat Beristirahat

Orang tidak menganggap masalah burn out itu serius sampai seseorang meninggal karenanya.

Secara mengejutkan, kemarin saat melihat-lihat timeline facebook, aku mendapati berita bahwa salah satu teman waktu SLTP (Mita) meninggal dunia. Mita meninggal karena memaksakan diri untuk lembur dengan mengonsumsi energy drink. Mita lalu kolaps dan dilarikan ke rumah sakit dan mengalami koma. Tak lama Mita meninggal dunia. Meninggal dunia karena overworking. Meninggal dunia karena burn out.

Kematian mendadak yang begitu mengerikan. Semua orang tidak percaya dengan berita ini. Aku bahkan ragu apakah keluarga dan teman-teman terdekatnya bisa mencerna berita ini. Aku adalah teman yang sudah lama hilang kontak dan bahkan aku merasa kaget. Harusnya teman yang lama tidak kontak tidak muncul dengan berita seperti ini. Harusnya berhubungan dengan hal yang menyenangkan, misal: sedang hamil dengan anak kembar (atau sesuatu seperti itu). Tapi tidak, sayang sekali tidak seperti itu.

Kepergian Mita yang mendadak membunyikan sebuah alarm bagi teman-teman seumuran (terutama bagi mereka yang bekerja di bidang adv – karena Mita adalah seorang copy writer). Memberikan sebuah bunyi alarm akan betapa pentingnya hidup dengan seimbang. Bermain, bekerja, beristirahat, beribadahlah dengan sama kerasnya. Bermain, bekerja, beristirahat dan beribadahlah dengan sama kerasnya karena hidup Anda bergantung pada hal-hal tersebut!

Yang menyesakkan adalah  meskipun kepergian Mita memberikan sebuah pengingat keras bagi mereka yang suka overworking, tetap saja Mita pergi dengan meninggalkan keluarga dan teman-teman yang menangis sedih.

Untung sekali aku memiliki kenangan yang bagus tentang Alm. Mita. Waktu kami masi SLTP, aku adalah anak yang canggung dan tidak percaya diri. Aku sudah menstruasi tapi badanku seperti bayi. Aku juga penuh bulu. Tapi orang-orang sering memuji hidungku yang mancung seperti hidung dalam anime. Tapi Mita beda, dia bilang, “Nggak, hidungnya biasa aja. Gwa suka bibirnya. Bibir lu kecil dan lucu.”

Pada akhirnya pertemanan kita menjauh, tapi Mita memberi kesan yang sangat baik dalam hati. Mita bahkan menambah satu hal positif padaku!

Orang bilang Mita meninggal karena overworking. Orang bilang Mita meninggal karena aneurysm.

Mungkin mereka salah.

Mungkin sebenarnya Mita meninggal karena over awesomeness dan Tuhan ingin dirinya segera kembali ke asal awesomeness itu.

wallahu alam

-nyaw, Selamat beristirahat Mita. RIP-

Almost 30 (Cinderella Story)

Apakah dirimu penggemar drama Korea?

Aku bisa disebut sebagai penonton setia tapi bukan penggemar yang baik (karena tidak hapal dengan aktor dan aktrisnya). Aku memang secara umum menyukai drama dengan cerita menarik.

Setelah beberapa kali menonton drama Korea, aku perhatikan sering kali ada adegan “kehilangan sepatu sehingga harus dipakaikan sepatu oleh sang aktor ganteng”. Kupikir itu adalah adegan yang terinspirasi oleh cerita Cinderella, Tampaknya bagi orang Korea, cerita Cinderella sangat romantis.

Aku sih sedikit kecut kalau mengingat tentang Cinderella. Itu adalah karena ceritaku agak lebih cocok untuk dijadikan script lawak Srimulat ketimbang drama Korea!

Cinderella Story-nyaw, karena ada Cinderella yang bisa lawak-

Almost 30 (Kondom)

Saat ini sedang heboh akibat bus bergambar Jupe seksi yang membagi-bagikan 3 kondom gratis di kampus-kampus dalam rangka memperingati Hari Aids.

Tapi kita tidak akan membicarakan hal serius seperti itu.

Saat ini yang akan kita bicarakan adalah pengalaman dengan hal-hal pertama saat remaja yang mencengangkan dan lucu. Buatku salah satunya adalah kondom. Aku beruntung karena memiliki pengalaman yang sama dengan 2 teman SMU yang sampai saat ini masih suka saling kontak. Buatku pengalaman ini sangat menggelikan karena pada saat itu kami tidak mengira bahwa itu akan menjadi pertemuan pertama dengan kondom. Kami berjumpa dengan kondom pertama kali melalui majalah MTV Trax. Saat kemasan dibuka, kami sangat tercengang dengan bentuk dan cairan lubrikan kondom tersebut. Karena kami adalah anak-anak dengan rasa penasaran yang tinggi, kami sempat mengukur kondom itu segala. Yang agak aku sesali adalah kenapa kami tidak mencoba mengisi kondom itu dengan air dan melihat volume kondom secara nyata.

Kupikir untuk anak-anak lain, mungkin mereka mengetahui kondom dengan caranya sendiri-sendiri. Ada yang beruntung dengan bersekolah di luar negri sehingga memperoleh pendidikan seks. Rasanya aku pernah diceritakan selewat bahwa dia mengetahui tentang kondom dengan cara menyuruh salah satu temannya membeli kondom itu lalu beramai-ramai meneliti kondom tersebut (sedikit mirip dengan pengalamanku).

Aku juga menyertakan cerita mengenai kegunaan kondom bagi teman-teman Jurusan Teknik Sipil. Aku merasa terkesan dengan kegunaan lain kondom ini karena pada saat itu aku berpikir negatif saat mendengar sampah kondom yang berserakan di lab. Tapi setelah temanku melanjutkan ceritanya, aku pun jadi mempertanyakan banyaknya hal yang sebenarnya aku tahu permukaannya saja. Mungkin cukup banyak. Mendengarkan cerita yang setengah-setengah itu benar-benar merugikan karena bisa jadi kita berpikir hal yang tidak semestinya dipikirkan.

Jadi buatku kondom selain adalah suatu alat kesehatan, juga suatu tanda untuk tidak cepat menyimpulkan apapun.

Meskipun sebenarnya di dalam strip ini isinya tentang pengalaman-pengalaman lucu, mungkin ada beberapa orang yang tidak beruntung dan mendapati pengalaman pertamanya dengan kondom tidak menyenangkan bahkan traumatis.

Alangkah baiknya bila semua orang mempunyai pengalaman yang lucu-lucu saja.

Kondom-nyaw, mari membuat kenangan-kenangan lucu!-