Komik Lawas (Satu Hari)

Tadi pagi, gwa sibuk mengacak-acak tumpukan sketsa dan script lama karena gwa sedang mencari script yang buat diri gwa sendiri penting. Sebagai seseorang yang tidak punya karya yang diterbitkan, gwa merasa cukup satu hati karena script yang dimaksud tidak ditemukan, malah yang ketemu adalah tumpukan naskah novel setinggi 7 cm yang ditolak oleh GPU dan Gagas Media (terdapat gundukan dengan tinggi kurang lebih sama untuk naskah komik yang ditolak Elex).

*Ayo buat pose: sakitnya tuh di sini…*

Ternyata di antara tumpukan itu terselip komik lawas buatan gwa waktu SMU. Judulnya adalah satu hari, dan gaya sangat berbeda dengan sekarang! Karena gwa adalah anak yang menyukai hal-hal gothic, gaya ceritanya serius. Tapi entah kenapa gwa memilih tokoh-tokoh yang tampangnya imut-imut sekali! Gwa sedikit bingung dengan komik pendek berjudul “Satu Hari” ini,

Satu Hari-Scanned-01Satu Hari-Scanned-02Satu Hari-Scanned-03Kalau ini adalah komik layanan Anti-Rokok, kenapa dibikin dengan gaya satir seperti itu? Ah entah apa yang gwa pikirkan saat itu. Gwa hanya ingat bahwa gak lama berselang setelah komik ini dibuat, gwa tidak merapikannya sampai selesai. Alasannya adalah karena sehabis cerita ini dibuat, gwa baru mengetahui adanya ayat-ayat di Al Qur’an mengenai “bidadari-bidadari surga”. Sebagai anak yang gothic, gwa berpikir kalau orang-orang sebenarnya tidak terlalu serius di dalam hubungan romance mereka, karena toh akan bertemu bidadari surga kan! Jadi jodoh hanyalah masalah kebutuhan duniawi saja.

Tapi sekarang gwa 27, hampir 28, menuju 30, dan menyayangkan putusnya urat romantis di dalam diri gwa. Tentu saja gwa salah mengintepretasikan ayat-ayat tentang bidadari surga itu. Gwa belum bisa memahaminya, dan menggunakannya sebagai alat untuk menjadi getir. Bodoh sekali!

Oleh karenanya, tadi gwa sempatkan untuk merapikan komik ini sedikit. Karena gwa berutang pada diri SMU gwa untuk meyakinkannya bahwa dunia tidak segetir itu. Memang sih komik ini sama sekali tidak berhubungan dengan “Almost 30” yang begitu kocak, tapi gwa ingin menunjukkan bahwa untuk menjadi kocak, ternyata terdapat sebuah proses getir. Semua orang mengalaminya dan itu sah saja dan tentu saja kau boleh mempertanyakan hal-hal yang berada dalam kitab suci agamamu karena itu artinya kau sedang mencari kebenaran!

Jadi jangan takut dan jangan biarkan diri menjadi getir. Lakukan banyak kesalahan tapi teruslah memperbaiki dan mencari kebenaran!

-nyaw, already was 17-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s