Distinctive

Pada post sebelumnya, aku marah-marah tentang sebuah postpone. Pada kenyataannya, meskipun di post itu aku terdengar marah, pas hari H aku tidak bisa melakukan apapun selain melupakan hal postponing itu dan live with it. Semuanya adalah karena orang yang melakukan postpone punya bau “orang penting”.

Kalau ketemu orang dengan bau “orang penting”, kamu gak bisa melakukan apapun selain menerima kehadirannya di ruangan itu. Kecuali baumu sama kuatnya, tentu saja mungkin terjadi cekcok atau malah cocok sekali karena bau yang saling menguatkan (yang hampir tidak pernah terjadi di dunia ini btw).

Aku mungkin terengar gila dan membuatnya terdengar si orang itu emang bau beneran. Tapi buatku seperti itu. Karena dari dulu aku adalah perempuan penuh instinct (bahkan sepertinya aku membuat formula berdasarkan instinct), rasa-rasanya aku bisa mengendus kepribadian orang lain. Mungkin itu karena aku hobi sekali makan. Katanya orang yang hobi makan itu hobi mengendus juga.

Meskipun bisa mengendus, sayangnya aku anosmic dengan diri sendiri.

Jadi bertanya-tanya. Bauku seperti apa ya?

-nyaw, endus endus endus-

One thought on “Distinctive

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s