Rute

Secara impulsif aku memutuskan untuk mengambil rute lari pagi yang berlawanan arah dengan biasanya. Akibatnya aku berlari dengan menantang matahari. Kedua mata rasanya jadi segaris tipis saja. Agaknya aku berlari dengan “setengah buta” dan menunduk secara konstan karena rasa sepet melihat cahaya terus-terusan. Tiba-tiba aku mendapatkan suatu kesadaran yang agak-agak genius atau bahkan gila.

“Lari yang seperti ini kayak keimanan,” kataku pada diri sendiri.

Ikh, merindinglah aku kalau keluar sisi sok tahunya itu. Berani-beraninya aku sok-sokan mengumpamakan keimanan. Parah kan? Tapi biarlah, aku ingin mengungkapkannya. Untuk lucu-lucuan dan sebagai bahan ngalor-ngidul.

(Efek membaca essay-essayan ini akan lengkap kalau sambil mendengar “To You I Belong”-B*Witched)

Jadi aku berpikir seperti ini. Keadaan keimanan manusia itu seperti jalanan yang berbentuk lingkaran. Satu ujung lingkaran gelap karena tidak ada cahaya keimanan. Seorang manusia akan terlahir pada titik-titik yang berbeda pada jalanan itu. Ada yang spotnya gelap sekali, ada terang sekali, ada juga yang sedang antara gelap dan terang.

20141102_131949

Yang berada di spot gelap tentu dapat tersesat selamanya di dalam gelap karena seperti tidak memiliki indera. Tapi tentu saja dia memiliki opsi untuk menuju daerah terang seandainya mendapatkan inspirasi itu. Juga ia pun tidak lepas dari kemungkinan bahwa ia akan kembali ke daerah gelap. Ya apa boleh buat kan, jalanannya bulat!

Sedangkan untuk orang yang berada di daerah setengah terang dan setengah gelap, mereka akan berjalan menuju gelap total atau terang total. Tergantung inspirasi macam apakah yang didapat. Makanya orang bilang sih, berhati-hatilah dengan pengetahuan dan informasi yang didapatkan, karena itu akan menggerakkan diri sendiri ke arah yang entah baik atau buruk. Tapi istimewanya orang yang berada di daerah antara terang dan gelap, indera-inderanya terbuka sehingga itu memungkinkan dirinya berada dalam keadaan terping-pong antara “gelap” dan “terang”.

Lalu bagaimana dengan orang-orang yang terlahir di titik yang dekat sekali dengan terang murni? Bukankah itu terang yang sempurna dan gelap sempurna akan sama-sama mematikan indera-indera? Ya benar sekali. Oleh karenanya kadang dapat dilihat orang-orang yang sangat religius dapat berbalik sama sekali menjadi penjahat-penjahat (bukan penjahat cinta, eh bisa juga dink, okay saya mulai meloncat nih). Mungkin karena kegelapan itu menarik bagi mereka yang berada dalam terang (?) Sepertinya begitu.

Tapi ini menarik. Aku menemukan solusi untuk keadaan semacam ini.

Aku akan kembali kepada pengetahuan dan informasi. Pada saat indera-indera mati semua, lalu apakah yang diandalkan? Pengetahuan dan informasi. Oleh karenanya berdoalah dan berharaplah bahwa pengetahuan dan informasi yang didapatkan adalah yang dapat menyelamatkan diri dari kegelapan murni. Itu tentu saja adalah bagaimana inginnya Tuhan. Tapi kita boleh mendoakan yang baik-baik bukan?

Ya itulah untungnya.

Pada saat menjalani jalan yang penuh cahaya, akan timbul rasa takut. Indera-indera mati. Ah menakutkan sekali! Kubayangkan seseorang hanya bisa berpasrah diri pada Tuhan. Sambil menunduk. Merendahkan diri, merendahkan hati. Sambil sesekali menantang silaunya cahaya. Sesekali indera mengacau balau. Sambil berdoa bahwa Tuhan tidak akan meninggalkan diri orang itu.

Ah wow.

Ya makanya penting juga untuk cek rute sesekali untuk memastikan diri sendiri berada dalam posisi apa. Perlu juga sesekali mempertanyakan pengetahuan dan informasi yang dimiliki karena itu cukup krusial untuk langkah-langkah ke depannya. Dan terutama penting sekali untuk memiliki keyakinan bahwa Tuhan akan senantiasa menuntun dan mengarahkan hamba-hamba-Nya.

Aduh aku sering malu kalau mengetik kata “Tuhan”. Tapi memang demikian adanya pemikiran njelimet yang muncul di suatu lari pagi dengan rute di luar normal.

-nyaw, cek rute-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s