Wawancara Itu

Habis mengobrol dengan Muthe dan tentang adiknya yang sedang berkeliling mengikuti berbagai wawancara kerja. Aku benar-benar empati karena aku juga sedang kembali ke tahap hidup yang sama dan sampai sejauh ini untuk mendapatkan satu wawancara kerja saja sudah susah.

Muthe lalu bercerita bahwa banyak spekulasi tentang keberhasilan wawancara kerja adiknya, ada yang menyebutkan bahwa dia tidak akan bisa mendapatkan pekerjaan itu karena dia sudah menjawab terlalu jujur pada HRD. Kupikir ada kemungkinan itu memang terjadi, karena beberapa orang ingin mendengar sebuah versi luar biasa dari hidup seseorang dalam waktu beberapa menit saja. Padahal sih singkatnya, kebanyakan hidup orang berjalan seperti ini: “I fucked up, and now I prefer not to. That is why I will nail this job.” Tapi tentu saja versi seperti itu tidak terlalu enak didengar. Kita harus bisa menggambarkan passion, kekuatan manusia, dan hal-hal luarbiasa lainnya.

Mengikuti sebuah wawancara kerja, adalah salah satu hal yang sangat membuat stress. Tapi tidak dipanggil wawancara kerja lebih-lebih membuat stress. Saking hebatnya sebuah wawancara kerja, bahkan sebuah jawaban tolakan itu luar biasa, karena kebanyakan pewawancara kerja tidak akan menjawab apakah yang diwawancara atau tidak. Tiba-tiba saja 1 bulan sudah berlalu dan posisi yang diincar sudah terisi.

good guy employer(sumber: sebuah post di 9gag.c0m)

Kadang kupikir, memang semua orang kalau sudah ada suatu perusahaan itu sangat sibuk dan sebagainya. Tapi apa salahnya untuk memberikan sebuah feedback pada yang diwawancara. Toh, perusahaan-perusahaan sudah banyak yang membuat kebijakan mengenai keterbukaan kebijakan manajemen dan tujuan perusahaan, dsb (CSR misalnya). Tapi kenapa terkadang, kupikir, banyak juga pegawai yang tidak merasakan semangat keterbukaan suatu perusahaan.

Mungkin memang terlalu banyak yang terjadi. Mungkin ada pikiran, “Siapa yang sempat menjawab 1000 pelamar kerja? Perusahaan kita fabulous.”

Masalahnya, perusahaan yang fabulous akan mengingat hal sekecil apapun. Jadi ada kemungkinan perusahaan anda itu agak sucks.

-nyaw, hanya memberi sebuah renungan-

2 thoughts on “Wawancara Itu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s