Tantangan 30 Pensil+Kertas (#26)

Tadi jalan-jalan sama Muthe ke jembatan Baksil. Karena kita lewat jalur dari Saraga, jadi agak menyesal gak pakai si blue kesayangan dan malah pake si sandal romawi yang seperti pelangi. Akibatnya jadi beberapa kali hampir kepleset -_-.

Si blue adalah sepatu yang selalu dipakai setiap kesempatan. Dia sudah setia menemani semenjak tingkat 2. Dia sudah pernah bepergian naik pesawat dan merasakan salju Denver yang membeku. Dia sudah pernah diteliti di San Francisco apakah diselipi oleh narkoba atau bubuk mesiu. Dia pernah mengucapkan konichiwa di Narita. Tentu saja dia sudah merasakan lembabnya Indonesia dan menemani selalu hari-hari kuliah yang dingin maupun panas.

Pokoknya si blue adalah sepatu kesayangan. Sampai sekarang belum ada sepatu yang bisa menggantikan kenyamanan si blue.

Sebenarnya si blue adalah sepatu laki-laki yang bertali putih. Tapi karena pemiliknya tidak tahan harus menjadikan si blue lebih “wanita”, talinya diganti menjadi tali biru bling-bling yang centil. Kalau orang melihat sepatu itu di depan musholla di saat istirahat, orang-orang akan mudah dapat melacak keberadaan gwa.

Bisa dibilang si blue adalah salah satu barang yang sangat “danzenyaw”.

-nyaw, cinta blue-

2 thoughts on “Tantangan 30 Pensil+Kertas (#26)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s