Nyaw, pasca lebaran

Setelah lebaran ternyata kembali mengalami kesibukan-kesibukan. Kebanyakan kesibukan yang sedang dijalani adalah kesibukan bermain dan bersenang-senang. Karena sekarang sudah bukan NEET, tapi sudah employed kembali, jadinya sangat sibuk sekali. Pada hari kerja, bekerja dari pagi sekali sampai sore hampir malam. Malam-malamnya adalah main dengan teman-teman online dan merancang rencana bermain untuk hari sabtu dan minggu. Jadinya bisa dibilang waktunya jadi penuh dengan bergerak ke sana ke mari. Entah kenapa waktu untuk menulis tenang dan membaca jadi kepotong. Sepertinya management waktunya jadi kacau….

Jadi apa sih sekarang yang nyaw lakukan?

1. Tetap bermain dengan NEET Amel dan pegawai bank seksi Egon. Terakhir ketemu, kita berkaraoke sampai malam dan memasak pizza bantet bersama. Pokoknya kalau ada resep yang ada raginya, harus didiamkan setengah sampai 2 jam, kalau nggak, rotinya bantet, raginya belum kerja sih…

2. Berkaraoke dengan anak-anak JHB (Junker Harapan Bangsa) dan ketemu teman lama, teman baru dan teman lama baru ketemu. Hahahaha… Di luar dugaan bisa menyanyi 4 jam (herannya tenggorokan masih baik-baik saja).

(Inul Vista PVJ; courtesy: Nuyuy)

3.  Bermain lagi dengan Muthe. Kali ini adalah ke festival Braga. Nonton perkusi, orang gila dengan legging hijau menari, peramalan tarot beneran (Muthe aja tapi, gwa tak merasa perlu nanya sih), dan membeli pin kelelawar kicik kembar dengan Muthe. Mengalami kejadian yang tidak mengenakkan yaitu Muthe ditabrak motor pas nyebrang😦 Untung Muthe-nya superhero, jadi tak ada yang terluka *fiuuuuhhh*

(Braga Festival; courtesy: Muthe)

Sampai saat ini, sangat bahagia dengan progress kegiatan yang gwa gunakan untuk mengisi waktu gwa. Memang sih, pemasukan menurun drastis, beda banget dengan waktu masih kerja di tangerang. Tapi entah kenapa, gwa merasa hidup jadi lebih penuh. Kadang-kadang ada saatnya merasa susah karena pengen menikah, tapi akhir-akhirnya ketawa aja. Pokoknya selalu diusahakan dan selalu berdoa. Kalau sudah sampai sana, ya pasrah…

Mau dibilang klise, tapi memang nyata, uang bukan segala-galanya. Uang tidak bisa memberi kehangatan keluarga dan teman-teman. Uang tidak bisa meminjamkan kuping dan mulut untuk berbicara.

Yang seperti itu, harus diusahakan selain dengan uang.

Mau dibilang orang gak butuh kerja, tetap saja ada perasaan dalam hati yang ingin berkarya dan menghasilkan sesuatu. Ada juga perasaan ingin mengetahui sesuatu. Pada akhirnya, meskipun dengan segala resikonya, bekerja itu tetap penting.

Yang penting antara kerja, main dan doa semuanya seimbang. Seperti kata Ketut di Eat Pray Love,

“Smile also with your liver”

–> liver itu hati btw

(Heart You-SM*SH; courtesy: Nunu Loreng)

-nyaw, kembali bergerak-gerak berguling-guling dan bermain dengan asik-

2 thoughts on “Nyaw, pasca lebaran

  1. bisa bekerja, berkarya, dan bermain dengan seimbang itu emang asik danz. soalnya mencegah stress bertumpuk. punya telinga yang mau mendengar dan mulut yang memberi tanggapan/pendapat juga enak.. karena ndak stress sendiri, plus bisa senang2 bersama😀 ah awa jadi pengen karaoke.. tp pengen nyanyi lagu adele sampe nangis darah –> siapa tau ada produser lewat :p (cuma lewat aja maksudnya :)) )

    btw… mungkin di suatu masa zaman dahulu kala, gw adalah panglima perang beneran.. yang misterius, dan bawahan gw selalu bertanya2, kenapa gw gak kalah2 tiap perang -mimpi kali yeeee-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s