H-1(/-2) Lebaran

Hari ini entah H-1 atau H-2 menuju Hari Ied, tapi semuanya cukup percaya bahwa ini adalah H-1.

Yang namanya H-1 adalah hari di mana jalanan pagi di hari libur lenggang menjadi ramai dengan orang-orang yang mencari perlengkapan lebaran di detik-detik terakhir. Perlengkapan lebaran yang dimaksud adalah:

1. Ketupat

Ketupat itu ada 2 macam, yaitu ketupat biasa yang berwarna kekuningan dan ketupat pandan yang warnanya hijau segar. Cara membuat ketupat biasa dan ketupat pandan juga terkadang dibedakan di daerah pantatnya di mana ketupat pandan itu lebih slim sedangkan ketupat biasa itu buntet. Orang-orang bilang ketupat pandan itu akan membuat ketupatnya harum, tapi kadang-kadang aku berpikir: Kenapa tidak menyisipkan sedikit potongan daun pandan ke dalam air godokannya aja sih? Lalu seperti biasanya, di keluargaku tidak makan ketupat tapi makan nasi kuning. Kadang bikin ketupat, tapi H+7 semuanya akan marah-marah karena bosan melihat ketupat.

2. Bunga

Bunga yang jadi arahan untuk adalah bunga yang berwarna senada dengan dekorasi rumah saat itu. Kalau tahun ini temanya hijau, mungkin bunga yang akan dibeli adalah bunga sedap malam dengan tangkai hijau yang panjang. Kalau temanya pink, berarti beli bunga mawar merah muda dan mungkin sedikit bunga ungu. Kadang-kadang bunga juga dibeli untuk persiapan ke makam pada hari H karena malas membeli di makam langsung. Kalau di rumahku, tradisi menghias dengan bunga tidak ada karena semuanya alergi serbuk sari. Ibuku yang sangat menyukai bunga-bungaan hanya bisa menghela napas panjang karena kecewa setiap tahunnya.

3. Daging

Orang yang biasanya tidak makan daging, tiba-tiba saja jadi makan daging. Uangnya adalah dari zakat fitrah tentu saja. Jadinya semuanya merasa untung bisa makan enak di hari H. Yang kasihan adalah orang yang tidak punya keluarga. Mungkin di hari H tidak akan makan daging.

4. Cabai

Masakan Indonesia secara umum memang pakai cabai. Untuk hari H tentu tidak akan berbeda.

5. Baju, seprei, tirai

Semuanya harus baru dan senada di hari H! (kecuali di keluargaku ya, sepertinya tidak terlalu antusias untuk mengeluarkan uang secara terencana, semuanya adalah tukang belanja yang impulsif sih)

6. Kue

Tadi pagi aku baru saja mengambil kue pesanan dari Prima Rasa. Pagi-pagi sekali parkiran mobilnya sudah penuh, benar-benar edan. Pelayan tokonya pun kewalahan melayani sana-sini. Sudah ditetapkan bahwa di hari H itu harus ada kue. Kue yang dimaksud adalah kue-kue kecil camilan seperti lapis malang, lapis legit, kue sus, dsb. Tapi kue yang terutama harus adalah kue yang besar seperti Black Forest. Kegunaan kue yang besar adalah untuk mengalihkan perhatian anak-anak yang ngambek setelah capek mudik. Jadi pas hari H, ada anak udah manyun-manyun karena capek abis mudik, terus tambah berkaca-kaca matanya liat ketupat (yang sama sekali tidak mengasikkan untuk anak-anak), tugas dari yang lebih tua adalah berkata: “Kita potong kue yuk…” Trik itu selalu berhasil meredakan amukan anak-anak!

Nah, apalagi selain di atas ya? Kalau angpau tentu saja sudah dikumpulkan dan ditukarkan di bank jauh-jauh hari sebelum BI libur. Anak-anak antusias sekali dengan angpau ini. Herannya, anak kecil menyukai mendapatkan uang berjumlah kecil dalam bentuk recehan dibandingkan uang berjumlah besar dengan lembaran yang lebih sedikit (misal: lebih suka dapat Rp. 10.000 dalam pecahan 10x Rp.1000 dibanding 1x Rp 10.000). Mungkin anak kecil itu suka sensasi menghitung uangnya, atau mungkin karena anak kecil tidak mengerti arti “nilai” ya. Tapi entah juga dengan anak jaman sekarang, mungkin mereka lebih pintar ya… tapi dulu sih anak-anak kecil begitu.

Humm… seperti itulah ya… Ternyata bersosial itu melelahkan…

-nyaw, memandangi kue dengan antusias-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s