Sempit

Baru menghadiri pemakaman Uwak yang meninggal.

Cuman bisa menipiskan bibir dengan gugup.

Kuburan itu sempit kawan, sempit… Panjang lebarnya cuman pas buat tidur terlentang, trus tubuhnya dimampatin di bawah kayu trus ditumpuk tanah.

Aduh sempit sempit…  Uwak gw mana gak suka ruangan tertutup pulak…😦 Masya Allah, tubuh yang tadinya dibawa setiap hari harus ditinggalin. Insya Allah untuk membawa ke hal yang lebih besar. Semoga mendapatkan lapangan yang tiada akhir di surga.

-nyaw, merasa pusing dengan kuburan yang sempit meskipun tahu Allah bisa menjaga makhluk-makhluk Nya jauh lebih baik dari kita yang cuman bisa nempelin selang-selang penyokong hidup-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s