Suami, Apa yang Terlihat

Setelah uring-uringan karena hampir di-sekamar mess kan dengan orang yang sudah bersuami, MM tampaknya agak “Heh?”. Soalnya aku bilang gak mau sekamar dengan orang bersuami karena suami-suami itu aneh, MM agak “hih” karena dia bilang itu secara gak langsung bilang dia juga aneh.

Meskipun tidak enak hati dengan MM, saya tetap berpikir suami-suami itu aneh.

Tapi sejujurnya bukan suami-suami saja yang aneh. Istri-istri juga aneh.

Aku pernah dicibir istri seorang senior karena menyapa si senior itu. Aku heran kenapa suami-istri muda tidak bisa berhenti membicarakan kehidupan berumah tangga seakan-akan itu adalah topik yang umum, padahal sejujurnya sangat tidak sopan mengangkat topik yang tidak dimengerti orang lain. Aku pernah mendengar Bapakku menuding teman ibuku lesbian karena berteman dekat dengan ibuku.

Aku yakin semua laki-laki yang telah menjadi suami itu tidak sadar telah menjadi makhluk yang aneh. Dan aku pun tidak menyalahkan. Dan aku bisa memaklumi. Tapi sejujurnya aku tidak bisa menerima kekhilafan orang lain. Aku tidak bisa menerima pandangan curiga lain. Tudingan yang tidak berdasar. Tekanan ego manusia yang gelap mata.

Aku bahkan tidak bisa menerimanya setelah bermaaf-maafan di hari Ied.

Aku bukan Tuhan, dan hatiku sangat sempit.

Aku ingin hatiku luas. Tentu saja. Tapi kenyataannya dia sempit.

Lalu apakah aku ingin menikah meskipun laki-laki yang dinikahi berpotensi menjadi orang aneh? Ya, tentu saja. Alasannya adalah karena meskipun sampai saat ini aku tidak memiliki pandangan positif terhadap suami-suami orang lain, aku tidak bisa melepaskan harapan bahwa suami aku adalah orang yang luar biasa.

Dan dari orang luar biasa itu aku akan punya seorang anak yang luar biasa

atau dua anak yang luar biasa

atau tiga anak yang luar biasa

atau…😆

Realitas memang menyakitkan tapi beberapa orang sulit melepaskan harapan dan mimpi.

maybe Godspeed kali ya.

-nyaw ^^ –

One thought on “Suami, Apa yang Terlihat

  1. dengan lu masih mau bersuami meski lu sadar laki-laki yg akan menjadi suami lu akan berubah menjadi manusia setengah alien saja, artinya hati lu cukup lapang, danz sayang. bapak gw aja, pernah ada bapak2 di komplek tiba2 curhat sama ibu gw, padahal di depan pagar rumah, bapak gw langsung bete.

    *belum lagi nampaknya pria2 yg sudah berpasangan kayaknya sering melirik gw, mungkin gw ada tampang wanita selingkuhan kali ya -_-*

    dan gw masih belum nerima ide setelah berpasangan, pertemanan dengan lawan jenis harus dibatasi. trauma dengan pengalaman terakhir, soalnya waktu hubungannya selesai, gw bener-bener merasa sendiri *mungkin perasaan aja sih, tapi gw merasa kehilangan orang-orang*. gw masih nggak ngerti kenapa harus membuang relasi dengan orang lain for sake of jealousy.

    yah mungkin nanti akan mengerti. mungkin juga tetep gak ngerti😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s