Adaptasi

“Hidupnya nanti susah loh, katanya gwa g mau ikut sistem.”

Salah satu kalimat berkesan setelah sekian lama tidak ketemu dengan MM. Jadi bertanya-tanya tentang proses adaptasi yang baik dan benar.

Sebenarnya adaptasi yang benar itu seperti apa?

Benarkah semua yang berbeda akhirnya akan punah?

Sejujurnya, kalau beradaptasi, aku merasa PASTI akan mati. Dan percayalah, aku sudah berusaha semampunya untuk beradaptasi dengan berusaha tetap menjadi diri sendiri tapi semuanya gagal total. Belum genap setengah tahun bekerja, aku sudah ditakuti oleh kolega-kolega dan digosipkan punya gangguan jiwa. Tentu saja itu semua terjadi setelah aku memutuskan bahwa, “Aku akan membereskan semua masalah ini dengan syarat aku harus diperbolehkan menjadi diriku sendiri.”

Tapi ternyata mereka tidak siap menerimaku.

Aku sudah berusaha beradaptasi. Aku berusaha sopan. Aku berusaha untuk tertawa atas lelucon-lelucon bodoh di saat semuanya mencari-cari alasan untuk tidak memperbaiki masalah-masalah sama yang datang terus menerus.

Tapi begitulah, kupikir aku memang ber-EQ rendah atau sesuatu seperti itu.

Di tempat kerjaku ada sebuah sistem tapi aku tidak bisa menemukannya.

Frustasi. Sepanjang 6 bulan aku frustasi hanya mencari sebuah sistem. Tapi dia mengalahkanku terlebih dahulu.

Jadi saat MM mengatakan hal itu, aku hanya tersenyum kecut.

Salah. Yang benar adalah hidupnya akan sangat sangat susah. Yang satu tidak mau ikut sistem, yang satu tidak bisa mendeteksi sistem dan oleh karena itu tidak bisa mengikutinya.

-Who invented ‘normal’? Hope you have a nice after life-

-nyaw, menjadi sakit setelah berusaha keras jadi orang kantoran. Ternyata batas kemampuannya hanya sampai menjadi diri sendiri dan itu juga tidak sepenuhnya ahli. Bersabar meraih kesempatan untuk bersinar-

One thought on “Adaptasi

  1. Danze, semangat!

    Sebenarnya adaptasi yang benar itu seperti apa?

    Adaptation is the evolutionary process whereby a population becomes better suited to its habitat. (kata mbak Wiki)

    berusaha semampunya untuk beradaptasi dengan berusaha tetap menjadi diri sendiri

    Nah, ini yang sulit. Umumnya jika dihadapkan pada sesuatu yang bernama adaptasi, berarti harus ada yang berubah. Dan yang paling sering menghadapi perubahan adalah makhluk baru yang datang ke suatu lingkungan yang sudah berdiri sejak sebelumnya. In this case, makhluk baru tersebut adalah dirimu😀

    Di tempat kerjaku ada sebuah sistem tapi aku tidak bisa menemukannya.

    Same here😦

    Who invented ‘normal’?

    AFAIK, it’s called “majority”😀

    Well, Danze, just so you know, aku juga adalah makhluk yang tidak “well-fitted” di kantor tempat aku bernaung ini. Dan yah, beberapa bulan awal sih aku mencoba mengikuti gaya mereka, mencoba ‘beradaptasi’. Tapi lama kelamaan jadi muak sendiri. Dan sejujurnya sekarang aku udah ga peduli lagi. Aku kerjain kerjaanku dan aku ga mau tahu lagi urusan di luar itu. I no longer feel the need to blend with everybody here. Prinsipnya sekarang, “you do your business, and I do mine”. Kecuali urusan kerja, aku ga lagi mau cape-cape berusaha mengerti.

    Yah, mungkin situasi kita ngga persis sama, but if you ever need someone to talk, I’ll be there🙂

    Oh ya, ini ada sedikit tulisan yang bagus tentang kompromi, dari sudut pandang orang realis… just wanna share😀
    http://sora9n.wordpress.com/2010/04/30/realisme-a-la-insinyur/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s