Terseret Marathon

Akhir-akhir ini hidup sepertinya sedang berlari-lari dengan kencangnya. Agaknya hidup merasa kagum dengan kuda hingga dia berpikir, “harus seperti kuda!”

Pada kenyataannya dia hidup, bukan kuda. Dan hidup? Dia berjalan dengan santai tapi pasti.

Mungkin kira-kira begitulah perasaanku. Perasaan yang ingin berteriak pada dunia bahwa, SAYA BUKAN KUDA!!!

Jadi, seperti yang kita semua ketahui, aku sudah lulus jadi apoteker dan sekarang sudah menganggur selama 1 bulan lebih. Perihal menganggur ini sangat memusingkan karena meskipun ingin bersantai, tapi kalau memikirkan kalau “santai” itu memakai “uang orangtua” dan orangtua ingin kita “mapan” dalam versi mereka, mau tidak mau bagian “santai itu dicoret dan bagian “UANG ORANGTUA” itu mendapat highlight besar.

Jadi pada intinya, aku hidup dalam kubah “hutang raksasa” dan belum bisa melihat celah keluarnya.

Sementara itu, karena aku tidak bisa melepaskan diri dari merasa terpesona dengan hal-hal aneh, aku jadi mengirimkan lamaran ke berbagai macam perusahaan yang membutuhkan tenaga farmasi. Hal yang paling aku inginkan adalah “ditelpon”. Aku berpikir bahwa ditelpon orang asing untuk psikotes dengan tenangnya itu hal aneh. Aku menjadi kagum dengan orang di seberang telpon. Kok bisa-bisanya dia begitu tenang?

Tapi kukira, aku harusnya lebih fokus pada “mendapatkan pekerjaan” itu dibanding bermain-main.

Tapi lalu lagi, aku tidak dapat menahan perasaan lucu saat membaca berbagai lowongan kerja. Ternyata ada semacam sandi rahasia di dalam setiap lowongan kerja. Misalnya:

1. Sedang berkembang pesat –> perusahaan yang bersangkutan masih baru. Ya, sejujurnya dia tidak tahu pasti apa dia berkembang pesat atau tidak, tapi diharapkan para pelamar adalah orang yang berkembang pesat.

2. Terdepan = well established –> perusahaan yang udah lama berdiri dan kata-kata berikutnya biasanya “IPK 3.00” atau “pengalaman minimal…”

3. Menyukai tantangan –> posisi membutuhkan tanggung jawab (Kadang aku resah membacanya, kenapa tidak menulis: bertanggung jawab? Mungkin tanggung jawab itu adalah hal yang menantang. Tapi masalah dengan tantangan adalah kau bisa menjawabnya atau cuek aja, sedangkan kalau tanggung jawab itu mau tidak mau diambil juga)

Nanti kalau baca lowongan kerja di koran, yang bagian kecil-kecil, akan lebih terpesona lagi karena persyaratan apapun bisa muncul. Seperti pernah ada persyaratan, “gemuk” atau “setia” atau “jujur” atau “kerja keras”, “ideal” dan kata-kata sifat lain yang lucu dan mengingatkan pada ajang cari jodoh.

Hmmm… menarik

-nyaw. Dia telah berevolusi menjadi pemerhati*) lowongan kerja yang aktif.-

*) memerhatikan bukan berarti mendapatkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s