Nyaw tidak puas

Baru lihat nilai sidang, dan nilainya B.

B untuk BANGKE

Berbulan-bulan, siang dan malam, uang berjuta-juta dipakai untuk 1 sidang itu dan nilainya B.

SAYA SANGAT TIDAK PUAS.

terlebih lagi,

Saya merasa dikasihani.

TIDAK PERLU! <_<

Akan saya gantung transkrip nilai itu di dinding untuk mengingatkanku setiap hari bahwa saya tidak puas. Akan saya gantung transkrip itu untuk mengingatkan bahwa semua usahaku hanya bernilai BANGKE.

-berendah diri, membanting setir, betulan gak cocok di jurusannya tapi bisa lulus terus, Tuhan apa maksudnya?-

Advertisements

Long Life Learner

Akhirnya dapat juga gelar “Apt” di belakang nama. Dah bercucuran keringat, emosi, dan macam-macam lainnya. Terharu dan gak percaya rasanya. Tapi yang paling mengharukan adalah terpilihnya temanku *sebut Pebbles* sebagai lulusan terbaik.

Pebbles adalah orang yang sangat tenang dan sabar. Otaknya encer dan inovatif. Dari dulu selalu salut lihat Pebbles. Dia selalu semangat dan tidak pernah berhenti belajar. Baru semester yang lalu aku tahu alasannya.

Jadi, semester lalu, kita dapat tugas tentang visi misi hidup. Buatku harus menyampaikan visi dan misi di depan khalayak banyak adalah siksaan berat. Aku masih belum bisa terbuka dengan orang lain meskipun sekedar visi-misi. Karena aku begitu tertutupnya, aku merasa sangat tergerak saat Pebbles menceritakan visi-misi hidupnya dengan penuh keberanian.

Pada saat maju ke depan dan menceritakan visinya, Pebbles masih tenang seperti biasanya, meskipun lebih berapi-api dari biasanya. Tapi ketika sampai pada misinya untuk mengobati adiknya yang sakit parah dengan menjadi orang yang terbaik di bidang obat-obatan, dia menjadi tidak seperti biasanya. Pebbles yang selalu tenang dan cool, tiba-tiba bercerita dengan mata yang berkunang-kunang. Suaranya pun jadi terbata-bata. Dia menyatakan beberapa kali bahwa dia harus mengobati adiknya.

Dan saat itulah dia menggerakkan hatiku. Bahwa dia punya keinginan kuat untuk melakukan sesuatu, itu sangat menginspirasi bagiku. Yang lebih menginspirasi adalah betapa yakinnya bahwa dia bisa melakukan hal itu! Makanya pada saat berpapasan dengannya, aku memberi dia sebuah “tos” yang tinggi, karena sebagian jerih payahnya sebagian terbayar juga. Bagi dia ini pasti awalnya saja, tapi dengan melakukan sebuah langkah kecil saja sudah bisa menginspirasi, apalagi dengan langkah besar yak?

Aku sering mempertanyakan alasan kenapa aku ada di jurusan Farmasi, dan berani-beraninya jadi “Apt”.

Tapi lalu aku berpikir, kalau tidak melalui jalan ini, aku tidak akan tahu tentang sepenggal Pebbles. Padahal beruntung sekali orang yang pernah mengenalnya. Dia luar biasa, keteguhannya itu menjadikannya cantik. Kupikir kalian semua harus mengenalnya!

Kadang-kadang kupikir keberuntunganku itu sampai tidak masuk akal. Tapi aku gak punya masalah dengan itu.

Tidak ada masalah.

Alhamdulillah.