Agent of Change

Satu minggu yang lalu, aku membereskan catatan-catatan lamaku. Aku cukup terpesona dengan kebiasaanku yang dulu. Ternyata di luar dugaan, saat baru masuk perguruan tinggi, aku membuat sejumlah catatan yang aneh. Catatan yang aneh itu berisi hal-hal yang menurutku tertarik. Aku pernah membuat sebuah diagram alir tentang hubungan energi dan materi menurut pendapatku sendiri. Sepertinya aku cukup ngotot bahwa kalau materi itu bisa jadi energi berarti sebaliknya berlaku. Jadi aku berimajinasi bahwa kalau kita tiba-tiba menepuk udara, tiba-tiba bisa timbul sesuatu *hujan es krim/ gula-gula misalnya*.

Lalu ada saatnya aku sangat menyukai virus. Saat itu aku sedang mengikuti kuliah Biologi Sel Dasar, dan dosen yang mengajar mata kuliah itu selalu bersemangat dalam menceritakan sesuatu. Pada saat dia menceritakan tentang virus, aku menjadi sangat tertarik.

Aku sangat suka dengan virus karena dia tidak hidup tapi begitu tertular kehidupan si inang, dia menjadi bersemangat. Meskipun virus berkonotasi jelek, dia tetap melakukan pekerjaannya dari generasi ke generasi. Tidak seperti pikiran kebanyakan orang, pekerjaan virus itu bukan menginfeksi, pekerjaan virus adalah “mengubah”.

Sampai saat ini, aku belum kenal makhluk tukang ubah yang lebih berdedikasi daripada virus. Dia selalu melakukan pekerjaannya dengan tuntas. Lalu saat dia berusaha dihentikan, dia mengubah dirinya sendiri agar tetap bisa mengubah yang lain.

Gila… benar-benar makhluk yang keras kepala…!

Kurasa orang-orang sukses di luar sana juga seperti virus ya. Apapun yang terjadi, mereka tidak bisa berhenti melakukan apa yang mereka lakukan.

:p

Advertisements