Cakar dan Taring

Lagi-lagi luapan emosi seorang danz mendatangkan masalah. Kata MM, aku harus berpikir dulu sebelum marah, lalu mengeluarkannya dengan beradab. Bapakku juga bilang aku terlalu emosional. Aku merasa itu adalah ucapan-ucapan yang sangat ofensif, karena aku memang emosional. Marah aja pake aturan! Huh!

Aku tidak mau tambahan aturan!!!!

Lalu aku mengamuk dan berguling-guling resah karena harus menjadi gadis manis yang beradab. Aku tidak suka menjadi beradab. Beradab itu buat koruptor-koruptor, buat tukang hipnotis di jalanan yang membodohi ibu-ibu, buat laki-laki hidung belang yang meliciki perempuan-perempuan. Beradab adalah suatu alat yang dipakai orang-orang tidak jujur untuk diterima masyarakat.

Itulah peradaban untuk manusia modern!

Alat pembohongan!!!

Lalu aku berguling-guling lagi dengan resahnya. Pokoknya aku tidak mau seperti itu. Mau kek orang gila juga biarin aja, pokoknya aku tidak mau pakai senjata “beradab”! Aku akan tetap pakai “cakar dan taring”!

Lalu aku melanjutkan aktivitas berguling-guling dengan menyetel album “Nelly Furtado-Loose”. Setelah capek berguling-guling, kupikirkan lagi tentang cakar dan taringku. Kurasa Bapak dan MM bukan bermaksud begitu. Kayaknya maksudnya, “Buat apa selalu ngeluarin cakar dan taring, kamu gak perlu ah!”

Benarkah begitu Pak, MM?

Benarkah aku tidak perlu cakar dan taring karena punya seorang bapak dan seorang MM?

Humm… gak tau betul tidaknya. Tapi kurasa cakar dan taring akan disembunyikan karena aku sudah punya semua yang aku butuhkan, termasuk perlindungan Allah yang diteruskan kepada orang-orang yang disayangi dan menyayangi >.<

Cakar dan taringnya akan digunakan untuk hal lain, seperti mengupil hidung dan telinga.

Post ini kita akhiri dengan lagu Beatles yang legendaris, “All You Need is Love”.

“All you need is love (tutututuuuuu)

All you need is love love

Love is all you need….”

3 thoughts on “Cakar dan Taring

  1. kasian kali dirimu nyaw,

    pokonya tentang tidak perlunya bersikap terlalu defensif, sudah ada yang men-defend soalnya.

    :shy:

  2. fufufufu….begitu ya ternyata…

    gak setiap saat cakar dan taring perlu dikeluarkan danz… mending disimpen dulu, nanti kalo pas bener2 butuh, baru dikeluarin.

    dan kadang2, dengan nyimpen taring dan cakar, kita juga jadi meningkatkan batas diri.. misalnya nih, tadinya batas kemarahan gw adalah A. Begitu ada masalah A, gw langsung ngamuk. Eh, ternyata waktu gw menyimpan cakar dan taring, batasnya naik loh, jadi B. Jadi, waktu ada masalah A, ah cuek beibeh aja…gitu aja kok ngeluarin cakar dan taring.

    i’ve just known how great human is when he safe his claw and fang…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s