Secuil

Danilah bingung, Danilah hatinya resah….

Tadi di sela KP, aku membaca buku persuasif-argumentatif  yang judulnya “Kudung Gaul, Berjilbab tapi Telanjang”. Di dalam buku itu digambarkan bagaimana berjilbab adalah menutupi aurat dan tidak menunjukkan lekuk tubuh, lalu perubahan makna jilbab yang sebenarnya adalah karena artis-artis yang binal. Jilbab diharuskan untuk tidak membangkitkan hasrat/nafsu. Buku itu mengingatkan aku pada notes Facebook yang ditulis oleh seorang kenalan. Dia menulis bahwa seorang perempuan itu indah karena dia menutupi dirinya. Singkat kata dia cantik karena dia memakai jilbab. Dia merasakan suatu getaran ketika melihat perempuan berjilbab.

Euuuuhhhh, ini aku yang bodoh atau apa yak, tapi kayaknya kenalanku itu nafsu dengan cewek berjilbab….

Mengerikan sekali bagaimana menutup aurat bisa menjadi membuka aurat. Pusing aku. Jadi ingat juga bahwa dulu pernah dikomentari waktu SMU, “Kamu cantik danz pakek jilbab.” Dooohhhh, padahal yang bilang anak DKM, kok menjadikan jilbab seperti perangkat penampilan. Bingung aku, padahal aku gak pakek jilbab, gimana perasaan yang berjilbab kalau dikomentari gitu yak? Pasti merasa telanjang.

Atau jangan-jangan itu aku saja yang aneh….

Entahlah, nafsu keknya mau gimana pun juga muncul ke permukaan dengan bentuknya yang berbeda-beda. Mau dilawan menahun, jadinya bingung menahun, dan seperti kuda-kudaan, kita cuman bisa “ngek ngok ngek ngok”.

Halah…. Seseorang berikan penjelasan donk ah. Sepertinya kebenaran berubah setiap hari.

Mengutip sebuah film yang bagus:

“Kiamat sudah dekat!”

One thought on “Secuil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s