Memandang Langit, Menapak Tanah

(judulnya agak gak oke yak, kayak jadi semacam pepatah: “crouching tiger hidden dragon”, dsb)

Sekarang yang sedang hot adalah kasus “Antasari dan Misteri 2 Tembakan”. Menurutku, ini adalah semacam masalah harga diri, tapi kata orangtuaku ini adalah masalah uang. Kalau ini masalah tentang harga diri vs toel menoel, wanita lain yang lebih cantik gampang dicarinya.

Lalu apa yang kulakukan?

Aku menghela napas. Bagaimana aku akan bertahan hidup di dunia ini? Sudah tidak punya harga diri, lebih suka kertas, tidak bisa menghargai orang lain, tidak pernah memikirkan kiamat, tidak peduli surga neraka, tidak peduli Tuhan. Setiap hari seseorang tidak berarti dan bisa digantikan orang lain. Setiap jam seseorang bisa dibayar untuk membunuh orang lain. Setiap jam seorang anak menonton TV dan bertanya-tanya kapan giliran ayahnya akan dihunjat massal. Setiap menit seorang wanita merendahkan nilainya. Dan setiap detik kita meperkosa diri kita sendiri hanya karena sepertinya itu biasa. BIASA. Itukah yang diperebutkan orang-orang? MENJADI BIASA (???)

Haaa….

dan bayangkan, mereka bilang saya monyet ~.~ Crazy people thinking the world go crazy for them. How naive!

Jadi bro, kalau nanti ada sebuah wabah penyakit yang tidak bisa diobati, sebuah meteor jatuh menubruk bumi, matahari menelan bumi, etc, etc, etc. Jangan salahkan siapapun, salahkan aja dirimu sendiri.

What have you done to save yourself? You’ve done nothing but destruction. 

One thought on “Memandang Langit, Menapak Tanah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s