Pantas

“Heu euh nya, Fenny baru sadar orang kulit item mah euweuh nu pirang. Subhanallah.”

Memang betul yang dikatakan temanku itu. Penampilan semua orang sudah yang paling serasi. Rasanya semuanya sudah serasi. Sudah pantas. Begitu juga dengan rejeki, jodoh, dan penghargaan. Pasti hal-hal misterius ini sudah diserasikan dengan penerimanya. Aku baru menyadarinya hari ini, saat melihat sebuah duka mengenai seorang senior.

Tadi pagi aku berjalan dengan santai ke arah lift. Di sana aku bertemu dengan temanku yang sedang melihat-lihat pengumuman kelulusan ujian apoteker tahap 2. Aku pun ikut melihat dan merasa syok saat melihat nama seorang seniorku dinyatakan tidak lulus. Rasanya  syok sekali karena itu adalah kedua kalinya dia mengikuti ujian tersebut, tapi belum bisa lewat juga.

Pasti yang seperti itu belum rejeki. Aku tahu kok kalau seniorku itu gak mungkin malas-malasan karena dia adalah salah satu lulusan terbaik pada tahunnya (cumlaude) sewaktu S1. Ck ck ck… sungguh menyakitkan mengetahui ternyata rejekinya belum datang juga atau bukan dalam bentuk yang diinginkan.

Harus sabar, harus ikhlas, harus melakukan hal-hal yang dilakukan orang-orang berjiwa besar.

Pekerjaan berat, Insya Allah bayarannya adalah surga. Nice… ^^

“Saat mendapat kesusahan, sesungguhnya kita diberikan kesempatan memasuki surga.”

One thought on “Pantas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s