Tiga Belas

Angka 13 adalah angka yang dianggap sial oleh orang-orang bule. Kalau aku tidak salah, kesialannya disebabkan angka itu tidak stabil karena melebihi angka 12 yang paling harmonis. Mungkin sial, mungkin tidak tapi yang jelas pada 1 tahun kemarin tepat pada hari ini, aku dan MM sepakat menjadi pasangan.

Kalau mengingat tanggal ini pada 1 tahun kemarin, kurasa itu adalah hari yang paling melelahkan secara emosional. Dua malam sebelumnya aku ditanya “mau ndaknya” di mobil *ketawa ngakak* lalu aku bilang akan memikirkannya. Sebenarnya aku tidak terlalu memikirkannya tapi aku meminta persetujuan ibu yang berkali-kali menyatakan tidak setuju. Aku mengangkat bahu. “Terlalu banyak negasi,” pikirku lalu membuat keputusan atas dasar perasaan dan pengetahuan *tentang pengetahuan apa itu adalah rahasia :p*.

Jadi begitulah. Pada 1 tahun yang lalu jam segini, aku sedang mengurusi tikus-tikusku. Aku membawakan makanan tikus, mematikan lampu ruang tikus, mengobrol dengan tikus-tikus, merecoki teman lain yang sedang TA, lalu mengambil oleh-oleh keripik pisang untuk MM dari teman kami berdua (janji bertemu MM itu jam 4 sore). Saat bertemu temanku yang membawa keripik pisang, hujan lumayan deras. Orang-orang berlalu-lalang dengan payung dan aku mengobrol dengan temanku yang menanyakan MM. Tepat pada saat itu aku menunjuk sebuah payung biru muda. Di bawahnya ada MM dan mantannya-yang-sangat-cantik-berambut-sunsilk-dan-berbadan-bohay-sengaja-ke-Bandung-untuk-minta-balikan. Kurasa saat itu semuanya menjadi gelap, aku berkenalan dengan mantannya-yang-sangat-cantik-berambut-sunsilk-dan-berbadan-bohay-sengaja-ke-Bandung-untuk-minta-balikan sambil ingin melemparkan box keripik pisang.

Temanku meneriaki MM untuk jangan lupa memakai “modnok” dan mengajakku pergi makan sambil menyanyikan lagu-lagu Bon Jovi dan ketakutan jangan sampai aku tiba-tiba menangis. Saat itu aku tidak mau menangis, tapi aku menjadi ketakutan. Kalau kau melihat orang yang bertanya “mau ndak” di dalam mobil, dan tiba-tiba 2 hari kemudian melihatnya bersama mantannya-yang-sangat-cantik-berambut-sunsilk-dan-berbadan-bohay-sengaja-ke-Bandung-untuk-minta-balikan, kau pasti bertanya-tanya “Apakah malam itu dia waras? Apakah dia mengkonsumsi alkohol atau narkoba sebelum bertanya?” dan bagaimana kalau dia bilang, “Sori Danz, malam itu awak khilaf, awak gila sesaat dan tentu saja awak pengen bersama cewek-yang-sangat-cantik-berambut-sunsilk-dan-berbadan-bohay-sengaja-ke-Bandung-untuk-minta-balikan.”

Hahahahahaha…. *ketawa depresi*

Jadi dengan otak yang gelap, aku melihat jam dan memutuskan untuk menghidupkan lampu ruang tikus. Aku juga bingung, kenapa aku malah memikirkan tikus-tikus pada saat mengerikan seperti itu? Tapi itu ternyata karena aku sangat beruntung. Saat mau menaiki lift, aku bertemu Riechan dan langsung menceritakan segalanya dengan berapi-api, sampai-sampai seorang laki-laki yang bersama kami di dalam lift menepi ke sudut dengan ketakutan. Riechan mendengarkan cerita-ceritaku dengan sabar (yang aku belakangan ketahui, ternyata juga dengan sangat ketakutan, aku tampak cukup kesal sampai bisa melempar seseorang dari lt 8 gedung PAU). Lalu sambil menontonku mengurusi tikus-tikus, Riechan menenangkan diriku dan tiba-tiba saja kami sudah berada di Labkal (saat itu Labkal masih terbuka untuk kunjungan).

Jam 4, aku bertemu MM dan bertanya secara basa-basi mengenai mantannya-yang-sangat-cantik-berambut-sunsilk-dan-berbadan-bohay-sengaja-ke-Bandung-untuk-minta-balikan. Lalu kami menuju ke jurusanku (karena Riechan terus-menerus mengintip) dan aku menyatakan persetujuan lalu kami berdua memutuskan untuk makan keripik pisang bersama Riechan lalu tak lama kemudian bergabung seorang teman kami dari jurusan mesin yang ikut menghabiskan keripik pisang.

Dan terhitung sejak hari itu, aku dan MM adalah pasangan. Karena jarang terlihat bersama, banyak orang yang tidak mengetahuinya. Mengenai orang-orang yang terlibat pada hari yang setahun kemarin…, yang kutahu mereka semua baik-baik saja. Riechan (seperti yang ditulis pada post sebelumnya) bekerja di bagian administrasi FT. Teman yang membawa keripik pisang sekarang bekerja di perusahaan IT di Bali. Si mantan-yang-sangat-cantik-berambut-sunsilk-dan-berbadan-bohay-sengaja-ke-Bandung-untuk-minta-balikan, aku berasumsi dia pasti masih bohay dan cantik. Teman yang dari jurusan mesin masih di jurusan mesin dan sedang sibuk mengejar TA.

Ada hal yang tetap, ada yang berubah tentu. Memang selalu begitu ya ^^.

3 thoughts on “Tiga Belas

  1. wkwkwkw..
    lucu banget ceritanyaaa. haha.. walau telat, tapi tetap ingin mengucapkan selamat kepadamu.
    selamat ya saayyy. semoga langgeng selalu *mmwaahh*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s