Curiga

Ada berbagai macam bentuk perempuan di dunia ini. Ada yang manis dan manja seperti anak kucing. Ada yang tangguh dan perkasa seperti harimau. Ada yang hangat dan penuh kasih sayang seperti beruang. Ada yang pongah dan centil seperti rusa. Tapi jangan jangan jangan pernah lupakan mereka yang seperti musang. Licik dan senang berpura-pura. Itulah musang. Mereka berpura-pura tampak seperti anak anjing, tapi agak mirip kucing, dan ternyata mereka bukan termasuk keduanya.

Kepada perempuan-perempuan musang, aku membenci mereka. Sudah tidak terhitung berapa kali aku berteman dengan musang hanya untuk ditipu, dicemooh dan dibodohi. Dan beberapa hari yang lalu aku menemukan beberapa musang dan segera saja rasa benci itu meluap-luap. Aku menjadi curiga terhadap semua perempuan yang berpapasan denganku. “Radar musang”ku dipasang begitu waspada sampai-sampai aku menjadi begitu galak.

Pekaranya dengan wanita musang, kau benar-benar tidak bisa merasa yakin dengan mereka. Mereka suka berpura-pura menjadi cewek tomboy, berpura-pura berpikiran logis tapi ternyata mereka memikirkan hal-hal yang licik seperti: bagaimana cara mendekati laki-laki yang dah deket ma cewek lain, mencari aliansi memusuhi cewek yang gemar dandan, berpura-pura menyayangi anak-anak hanya untuk terlihat feminin, dsb. Benar-benar mengerikan, entah kebudayaan yang macam mana yang menciptakan musang-musang ini.

Lalu terjadi hal yang tidak menguntungkan. Kemarin aku dan MM berjalan dari selasar FA menuju Bonbin, semuanya baik-baik saja kecuali kalau kita berpapasan dengan BANYAK SEKALI perempuan. Padahal “radar musang”ku sangat peka saat itu, jadi aku merasa kesal selama perjalanan. Ditambah lagi perempuan-perempuan itu menyapa MM *ngambek ngambek*.

Hiiiihhh!!!!! Kenapa jurusanmu banyak ceweknya MM??? Tau ndak tentang musang???? JADI MANA MUSANGNYA???

Rasanya pengen bilang gitu, tapi aku diam saja sambil berharap tidak mengeluarkan tatapan silet yang suka keluar di saat-saat tidak diinginkan. Untung aku memakai sendal berhak, jadi bisa aku hentak untuk menghilangkan rasa tidak nyaman.

Setelah pulang dari bonbin dan berlari-lari seperti tarzan *ternyata darahku cukup liar dan aku tidak bisa diam, padahal rencananya foto-foto*, aku mulai memikirkan tentang perempuan-perempuan musang. Alasan aku terkadang sering berpapasan dengan cewek musang bisa karena 1) Aku begitu membenci mereka sampai-sampai mereka terpaksa “terpanggil” untuk membuatku kesal atau bisa juga karena 2) Aku juga musang.

Setelah memikirkan alasan kedua itu, aku mulai menimbang-nimbang tentang kebencianku. Perjanjian umumnya adalah “apapun yang terjadi jangan membenci diri sendiri.” Oleh karena itu kebencian terhadap perempuan musang akan diakhiri dengan post emosional ini.

Kalau ternyata aku adalah musang juga, aku tidak mau membenci diri sendiri. Kalau dibenci orang lain itu adalah persoalan mereka :p .

3 thoughts on “Curiga

  1. sepakat!! gw juga gak suka sama cewek2 musang…bukannya kenapa, karena gw yang otaknya setengah cowo ini selalu kesulitan deket2 mereka…terlalu manipulatif dan tricky…sampai gw gak bisa meyakinkan diri sendiri, ni cewek bener2 tulus atau pura2…. <_<

  2. @laila: ho oh, betul seperti itu. Makhluk mengerikan diciptakan kebudayaan entah monster mana -_-

    @kidtonk: awak harus berhenti berbenturan musang. BTW avatar babiknya lucccuuu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s