Datang dan Pergi

Datang tak dijemput, pulang tak diantar. -Tusuk Jaelangkung, movie-

Kalau aku melihat kumpulan foto reuni di facebook, aku jadi teringat teman-teman yang datang dan pergi seperti itu adalah hal yang alami. Seperti kalau jatuh itu ke atas dan maju itu ke depan. Sealami itu mereka datang dan pergi. Tapi bagi orang-orang yang punya kumpulan foto reuni, hal itu tidak alami ya.

Persahabatan yang seperti kepompong itu yang alami.

Kemana ya teman-teman lamaku? Kalau kita bertemu lagi, apa ya yang akan dilakukan? Apa kita pernah melakukan sesuatu dulu?

Ah ndak ngerti sih. Tapi enaknya kalau bikin kenangan-kenangan baru dan biarkan kenangan-kenangan lama membentuk diri kita. Seperti malam mainan anak-anak.

Dinamis dan selalu berubah. Tidak bisa diam dan selalu berjalan.

Tapi saat terdiam, hal itu terlalu membingungkan jadi terpaksa jalan lagi.

Orang yang bisa jalan terus dan tetap berkepompong itu apa ya? Ah membingungkan <_<. Kenapa sih lagu kepompong itu harus ada >_>.

2 thoughts on “Datang dan Pergi

  1. Gw kan bilangnya klo semua orang punya kepompong, itu alami buat mereka. Kok alami gw ndak seperti itu. Klo gw punya kepompong, ntar futu gw di fb lebih banyak…. -_-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s