Mr. Parkinson come my way

Masih KP, dan masih bekerja. Sekarang lagi mengambil data kuesioner untuk tugas khusus tentang mutu pelayanan di rumah sakit itu. Ujung-ujungnya jadi PELACUR (Pelayan Curhat).

Salah satu pasien yang benar-benar aku ingat adalah seorang pasien yang menderita parkinson. Karena penyakitnya, tangan kanan bapak itu bergetar terus jadi tidak bisa memegang pena untuk menulisi kuesioner. Akhirnya aku yang mengisikan kuesioner bapak itu sambil mendengarkan cerita bapak itu.

Bapak itu ternyata sudah sakit seperti itu selama kurang lebih 10 tahun, dan sampai sekarang bapak itu heran penyakitnya tidak bisa disembuhkan sepenuhnya. Agar tidak genetaran, bapak itu harus minum obat 2 kali sehari tanpa putus, kalau putus nanti tangannya gemetaran lagi dan bapak itu jadi cepat kesal dan terganggu suara bising. Meskipun sudah 10 tahun, bapak itu tidak terima vonis dokter yang menyatakan penyebab penyakitnya adalah karena keturunan. Bapak itu yakin sekali bahwa ada penyebab lain dan itu artinya harusnya obat penyakit bapak itu sudah ketemu tapi tidak ada yang berniat mencarinya karena penderita parkinson masih sedikit di Indonesia.

Aku mengangguk, mengangguk. Sedikit menanggapi tentang parkinson. Sedikit bercerita tentang pengobatan kontroversial penderita parkinson. Lalu mengangguk, mengangguk lagi lalu bengong.

Pada akhirnya aku menyadari betapa tidak gunanya aku berdiri di sana, mengambil data-data kuesioner pada saat orang-orang di sana merasa putus asa dengan penyakitnya. Harusnya saat ini aku sedang mencari sebuah obat yang ampuh dan enak dipakai untuk orang-orang seperti bapak itu. Bukan sekedar berdiri dan memberikan harapan palsu.

Harusnya aku di luar sana mencoba menyelamatkan dunia.

Harusnya aku tidak pernah mengatakan, “Ya terima nasib aja.” Tahu darimana aku kalau itu memang nasib buruknya, atau harusnya aku bisa mengambil tempat mengubah nasib seseorang. Mungkin seharusnya aku bisa menyembuhkan seseorang.

Dan di sana aku. Berdiri. Mengambil data. IPK S1 pas-pasan.

Di luar sana orang-orang mengharapkan kehidupan yang lebih baik atau kematian yang lebih damai.

Dan di sana aku. Hanya mengambil data.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s