Jendela

Mata adalah jendela jiwa

Kadang-kadang aku berjalan sambil lirik kiri-kanan dan memperhatikan kalau beberapa orang kelihatan tua (bukan karena bertampang atau berpenampilan tua ya, tapi rasanya dia sudah tua). Kadang-kadang juga setelah lama tidak bertemu seseorang aku merasa bahwa orang itu menjadi tua (nanti aku akan bilang sama temanku itu, “Lu dah gede ya *tepok-tepok*”)

Aku merasakan itu saat melihat mata mereka. Rasanya mata mereka sudah lelah. Orang yang bermata lelah itu kalau sudah mengalami “hal yang biasanya belum boleh dilihat pada umur mereka”. Yang biasanya itu:

  1. Melihat kematian di usia muda
  2. Terangsang sebelum waktunya saat melihat lawan jenis (pernah bercumbu sebelum halal)
  3. Melihat keluarga dekat menderita untuk waktu yang panjang (punya keluarga yang “kurang” atau sakit menahun seperti kanker)
  4. Melihat kehidupan dunia malam/dunia jalanan 
  5. Melihat hal yang traumatik (perceraian orangtua, ditinggalkan orangtua sejak kecil, melihat korban perang secara langsung, melihat korban bencana alam secara langsung, hampir meninggal dalam kecelakaan).
  6. dsb

Berbagai peristiwa memang bisa sampai membekas ke bentuk fisik. Mantap beut.

Kadang-kadang aku bertanya-tanya apa aku juga punya mata lelah ya?

*bukan lelah liatin monitor kompi…. -_-*

*hmmm….. rasanya tidak*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s