Pulau Untuk Satu

Sekarang aku adalah salah satu anak didikan gajah. Setelah 4 tahun menjadikannya rumah kedua, dan menambah 1 tahun agar bisa menjadi seorang apoteker, aku mulai berpikir bahwa kampus ini mempunyai kebiasaan yang buruk.

Orang yang sibuk sendiri dan kesulitan berinteraksi disebut autis. Terus terang aku merasa bahwa itu adalah penghinaan untuk anak-anak autis sebenarnya. Mereka tidak melakukan apapun yang salah dan menyerang orang, mereka hanya punya dunia mereka sendiri dan seluruh orang menjadikan ‘nama’ mereka sebagai umpatan.

Aku merasa itu perbuatan buruk kepada para anak autis yang telah mengajarkan banyak makna pada keluarga mereka, sedangkan anak-anak gajah menjadikan ‘nama’ mereka cemoohan.

Mungkin sebenarnya anak-anak gajah iri pada anak-anak yang punya pulau sendiri itu. Mungkin mereka tidak punya pulau jadi ingin menginvasi pulau orang lain?

Payah ya.

Dan katanya kita adalah perguruan tinggi nomer wahid di Indonesia.

Humm, ternyata tidak tahu apapun yaπŸ˜†

Atau mungkin memang semua orang begitu ya? Benci pada orang yang tidak bisa membagi pulaunya dengan mereka?

Membuat alibi di balik sifat fitrah!

πŸ˜†

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s