dangdut is da music of my country

Lagi-lagi aku ingin menegaskan bahwa aku bukan orang yang musikal, tapi entah dengan cara apa musik sering menangkapku.

Seperti misalnya sewaktu aku masih baru tiba di negri tropis yang indah ini. Hal pertama yang membuatku kaget adalah hentakan-hentakan semangat penari Papua dengan koteka mereka. Pada saat itu, aku merasa quote yang paling cocok untukku adalah “Kita benar-benar tidak berada di Kansas lagi, Totto….”πŸ˜† Benar-benar pengalaman yang menyenangkan.

Setelah terkesan dengan semangat orang Papua, aku kemudian sangat menyukai musik dangdut. Aku benar-benar merasa terkesan dengan kata-kata pendek yang digunakannya (meskipun tidak mengerti, tapi aku merasa pasti cukup sederhana). Aku juga terkesan dengan suara cengkok si penyanyi dan seruling. Aku merasa bahwa paduannya manis dan sangat unik. Lagu kesukaanku pada saat itu adalah “5 menit lagi” dan “RT 03/ RW 05”Β (mungkin saking sukanya, aku sekarang tinggal di RT 03/RW 05!). Aku sering menyanyikan kedua lagu itu bahkan sebelum mengerti artinya. Tapi itu tidak masalah karena bahkan aku tahu bahwa itu adalah lagu cinta!πŸ˜†

Meskipun sekarang aku tidak suka dangdut, aku merasakan sebuah kewajiban untuk berterimakasih atas penemu musik dangdut. Melalui nada dan lirik yang sederhana, aku belajar berbahasa Indonesia dengan cara yang sangat sangat seruπŸ˜€

One thought on “dangdut is da music of my country

  1. Zapii … iin, aku dendangkan lagu Melayu
    Pelipur hati, pelipur lara

    Cahaya manis kilau gemilang
    Di kantung tapis indah menawan
    Aku bernyanyi berzapin riang
    Moga hadirin, aduhai sayang, jadi terkesan

    Kembanglah goyang atas kepala
    Lipatlah pandan sanggul dipadu
    Kita berdendang bersuka ria
    Lagulah zapin, aduhai sayang, rentak Melayu

    Laksmana, raja di laut
    Bersemayam di bukit batu
    Hati siapa tak terpaut
    Mendengar lagu zapin Melayu

    Membawa tepak hantaran belanja
    Bertatah perak indah berseri
    Kami bertandak menghidup budaya
    Tidak Melayu, aduhai sayang, hilang di bumi

    Petik lah gambus sayang, lantang berbunyi
    Disambut dengan tengkah meruas
    Saya bernyanyi sampai di sini
    Mudah-mudahan hadirin semua menjadi puas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s