Filosofi Upil

Akhir-akhir ini aku merasakan kekaguman mendalam terhadap tokoh master-master di film silat. Biasanya tokoh master itu digambarkan oleh kakek yang sudah tua, berpakaian compang-camping dan gaya yang malas-malasan dia akan mengupil dan berkata pada si murid (tokoh utama biasanya) : “Kau terlalu terburu-buru anak muda” lalu mengupil lagi. Tentu saja si murid merasa dilecehkan dan mulai melancarkan serangan-serangan tetapi bisa dihindari oleh si master.

Lalu apa yang membuatku kagum?

Tahukah kalian filosofi di balik ngupil?

Kalian boleh bilang, “Ah itu berlebihan……” Tapi bagiku, ngupil adalah kegiatan yang merefleksikan doa untuk berpikir lebih jernih.

Betul!!!!!!!!!

Kan kalau asupan oksigen lebih lancar dengan terbebasnya dari upil-upil, kita akan dapat berpikir lebih jernih. Tidak ada gunanya mengambil napas panjang sebelum berpikir dalam-dalam kalau ternyata hidung kita tersumbat dengan upil!

Makanya… aku sangat kagum dengan master-master silat itu. Ternyata mereka tahu juga filosofi di balik upil.

:p

One thought on “Filosofi Upil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s