Cinta dan Para Sekutunya

 

Love,

Old and new

 

Kebanyakan orang berpikir bahwa membicarakan cinta sudah basi. Pada kenyataannya, cinta masih menarik dan tidak membosankan seperti yang dikira. Keengganan membicarakan cinta berasal dari kebingungan, dan itu sebenernya tidak terlalu masalah.

 

Lalu, pernahkah kau mendengar tentang klasifikasi cinta? Ada cinta terhadap sesama, cinta orangtua-anak, cinta eros dan cinta yang paling tinggi, yang tidak terdefinisi.

 

Pertama aku tidak banyak memikirkannya, tapi tidak berarti tidak pernah terlintas juga untuk memikirkan apa itu cinta yang tertinggi dan pikiranku jauh lebih fokus pada cara mendapatkannya.

 

Aku diberitahu oleh seorang teman baik, cinta yang paling tinggi itu tidak memiliki syarat. Yang tidak punya syarat itu yang cinta sesungguhnya.

 

Aku mengernyit lalu memutuskan untuk tak acuh.

 

“Yang kek gitu kok dipikirin…..??? Lakuin aja……………..”

 

Dan ternyata pemikiran tak acuh ini tidak sepenuhnya salah. Ternyata fitrah mendahului pengetahuan.

 

Cara mendapatkan cinta “sungguhan” itu sering kali misterius. Berbagai teori yang mengemukakannya, seperti “the secret” yang sangat terkenal itu. Ehem ehem, tapi aku juga punya teori sendiri, dan itu namanya doa.

 

Ada apa dengan doa??? Ada apa dengan dia?!!!

Doa… dia baik-baik saja…. Tapi kita yang merasa sudah berdoa, sudahkah kita benar-benar berdoa?

 

Betul! Betul! Doanya waktu itu beneran ndak? Waktu minta cinta “sungguhan” itu bener-bener doa ndak? Karena kalau itu adalah betul-betul sebuah doa, maka hati, pikiran, dan perbuatanmu akan meresonansikannya. Kalau betul-betul menginginkan cinta “sungguhan”, hati akan terbuka, pikiran meluas dan perbuatan? Jangan lupakan dia! Perbuatan akan menunjukkan idemu tentang cinta “sungguhan” versimu.

 

Dan ingatlah,

“like dissolves like”

“yang mirip kumpul ma yang mirip”

 

Cintamu akan memanggil cinta yang lainnya.

 

Dan ketika dia datang, ajaklah dia masuk ke dalam dengan ramah. Jangan dicemooh, dia mungkin merasa pusing karena perjalanan yang panjang jadi maklumi kalau dia sedikit gila. Berikanlah dia makan dan minum sebagai sebuah bentuk penghargaan akan kedatangannya.

One thought on “Cinta dan Para Sekutunya

  1. hmm…… persepsi orang tentang cinta itu memang berbeda-beda dilihat sudut pandangnya juga. selama kita yakin dengan cinta itu, maka cinta itu akan mengalir dengan begitu saja dan tinggal kita nikmati……🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s