Menikah

Seperti buah, menikah juga ada musimnya. Rasanya musim menikah itu sedang berlangsung sekarang. Sepertinya tiap minggu ada kenalan yang menikah. Dulu undangan orang yang menikah itu datangnya dari anak kenala ibu atau ibu, dan lambat laun undangan pernikahan itu datang dari kenalanku sendiri. Yaitu teman-teman sebayaku sendiri. Membuatku bertanya,

“Apa itu menikah?”

“Yang macem-macem gini kapan tau siapnya?”

Sampai sekarang aku belum ketemu jawabannya. Tapi kurasa pasti akan terdengar, “Siap gan!” pas waktunya😆

Dan ngomong-ngomong soal menikah ini, aku pernah membaca sebuah tulisan yang menyatakan bahwa pernikahan yang ideal adalah pernikahan yang tidak mengubah dirimu. Setelah kau menikah, kau tetap menjadi dirimu sendiri, dan itulah pernikahan yang paling baik.

Pada awalnya aku tidak berpikir bahwa sebuah pernikahan itu tidak dapat mengubah jati diri seseorang, tapi pada kenyataannya hal itu hampir selalu terjadi. Seperti, wanita yang mempunyai jati diri sebagai wanita karier, suatu hari mungkin akan dituntut menjadi bukan wanita karier. Kemungkinan besar jadi ‘si ibu’ atau ‘si istri’. Ya itu adalah sebuah contoh yang lumrah.

Aku mulai berpikir-pikir mengenai hal ini. Seperti halnya aku berpikir-pikir mengenai persahabatan dan hubungan laki-perempuan dan berbagai macam interaksi antar manusia lainnya. Lalu aku berpikir, bahwa yang paling pertama yang harus diketahui adalah apa yang kamu inginkan. Setelah tahu, lakukan hal-hal yang kamu perlukan untuk memenuhi keinginan itu.

Eits! Yang seperti ini tidak mudah loh! (meskipun sangat sederhana).

*Mode berpikir*

Ok, apa sudah ketemu?

Jadi? Apa kau akan menikah? Apa kau sanggup?

4 thoughts on “Menikah

  1. ga mauuuu

    kata orang nih nyaw.. kata orang ya…

    menikah itu enaknya cuman 1 % nyaw, gila kecil banget khan enaknya menikah…

    yang 99% itu … UUEEEENNAAAAAKKKKK
    😀

    salah kenal nyaw…

  2. masalahnya bukan hanya sanggup menikah, tapi sanggup mengatasi berbagai persoalan waktu sudah menikah nanti… dan kalo ngerasa nggak sanggup nikah terus, kapan sanggupnya? kadang2 ada beberapa hal yang mesti dijalanin begitu saja…kadang

    dz: betol kk… gwa selalu deg2an mikirin tagihan, baby, ma macam2 gimana2 lagi. Ndak sanggup krn ndak tau masa depan, tapi syapa yg tau emang ya😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s