Nonton TV itu Melelahkan

Entah kenapa, sebelum tidur aku punya kebiasaan yang aneh. Sebelum tidur, aku harus memastikan kalau TV di kamar harus bisa tetap menyala dalam waktu setengah jam.

Mungkin karena TV yang dulu bener-bener tua dan dibeli pas umurku 8 tahun, jadinya aku selalu was-was apa dia masih hidup atau tidak😛

Yang pastinya, kebiasaanku ini agaknya membuatku merasa terganggu sekarang-sekarang ini. Aku benar-benar harus menghentikannya, karena seringkali, pada saat aku menyalakan TV dan kebetulan aku tidak sengaja mengklik sebuah TV swasta tertentu, yang menayangkan sebuah sinetron tertentu (silakan tanyakeun langsung padaku, sinetron yang dimaksud), tiba-tiba aku akan merasakan stress hebat.

Menurut saya semua sinetron itu sampah (no offense), tapi sinetron yang satu ini kuakui cukup hebat. Cukup hebat karena bisa menimbulkan perasaan depresi yang begitu hebatnya. Pantas dapat penghargaan <_<

Jadi apa isi sinetron ini?

Sinetron ini berisi tentang perjuangan seorang gadis cantik polos yang dicemooh setiap hari. Lalu tentu saja dia diam saja, menerima semuanya dengan sabar, pasrah dan berdoa dengan berlinangan air mata. Lalu dia jatuh cinta dengan bosnya yang berasal dari keluarga yang saling membentak ketika ada kesalahan kecil di keluarga lalu berbicara manis ketika menjelang lebaran. Tentu saja si gadis ini menikah dengan si bos, menyebabkan si bos dibuang oleh keluarganya lalu dengan keajaiban diakui kembali oleh keluarganya. Tapi entah karena pertengkaran apa (yah, pertengkaran yang sepertinya menghabiskan beribu-ribu episode), si gadis itu kabur, melalaikan tugas sebagai istri. Si bos yang kelebihan testoron (tapi ingat ya pemirsa) dan masih mencintai si gadis entah bagaimana berakhir menghamili seorang janda seksi yang menjadi istri keduanya. Si gadis sampai sekarang masih manggut-manggut ketika diketahui dirinya dimadu dan menyalahkan dirinya yang melalaikan tugas keistriannya. Kemarin tak sengaja aku menonton bahwa seluruh keluarga si bos dibodohi si janda seksi hingga si gadi manis polos jadi bulan-bulanan keluarga yang kerjaannya mengancam orang lain bahwa dia tidak akan diakui sebagai sanak lagi.

Huaaaaaaaaahhhhhh……….

Gimana? Sudah lelah belum?

Seringkali aku hanya nonton 3 menit terakhir tapi aku tahu keseluruhan cerita karena begitu tertebak dan di saat yang sama begitu membuat tertekan. Apalagi bagian bahwa pengambilan adegan entah kenapa harus menyorot seorang yang sedang membelalak dan mengancam.

Bukankah itu adalah salah satu tontonan yang paling bermutu yang pernah ditayangkan di Indonesia?

Di dalam tontonan itu dibenarkan beberapa hal, yaitu:

1. Keluargamu akan menyayangimu hanya ketika kau berbuat benar. Selebihnya, kau bukan keluarga

2. Kalau kau sangat cantik dan tidak berdaya, lebih baik menangis saja, semuanya akan sempurna *tolong seseorang definisikan sempurna di sini*

3. Semua laki-laki itu brengsek, mudah tertipu, dan berorientasi selangkangan. Kalau dia tidak brengsek hari ini, dia akan brengsek besok. Tenang, tunggu saja.

4. Wanita seksi diciptakan untuk merayu para suami

5. Tidak ada cinta yang murni. Kamu harus menjadi istri yang baik, suami yang baik, anak yang baik, dsb, agar dicintai. Bila anda bukan salah satu yang disebutkan di samping berarti anda adalah tokoh antagonis.

Tamat.

Tamat sudah kemanusiaan.

Dan ribuan orang menonton tayangan ini sambil membenarkan sikap buruk antar manusia.

Indah sekali.

3 thoughts on “Nonton TV itu Melelahkan

  1. Salut… Salut… Aq salut ma bahasa yg u pake, menurutQ sih bahasa u enteng, ringan, gak ribet n enak dibaca.
    Aq jd penasaran nih sebenernya u masih SMA ato dah kuliah? kayaknya u bakat deh jadi penulis🙂
    Moga sukses ja…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s