Introvertisme

Lama aku mempelajari diriku sendiri (dan masih melakukannya), lewat tulisanku sendiri, gambar-gambarku, serta perubahan sikap orang lain ketika bertemu denganku. Aku menemukan bahwa aku adalah orang yang introvert. Ini adalah tulisan yang aku tulis (beberapa waktu lalu) untuk memahami diri sendiri sehingga bisa mengatasi kelemahan dan memberikan kekuatan baru pada diri sendiri.

 Yang harus diingat dari introvert adalah:

  1. Semuanya pasti baik-baik saja, yang berbeda adalah kadarnya. Kenapa kita berani bilang begitu? Kita berani bilang gitu karena kita punya daftar hal-hal essensial. Isinya beragam buat tiap individu, tapi orang introvert yang biasa diterima masyarakat mempunyai isi sbb: Tuhan, hidup, mati, makan, minum, tidur, keluarga (calon/pasangan hidup/keluarga secara harfiah/orang yang mempunyai rasa yang dibilang “pulang”).
  2. Orang lain itu menyusahkan. Sumpah, bikin capek! Oleh karena itu ada daftar essensial di atas. Memberikan pemikiran dan pendapat itu hanya di saat rasanya daftar essensial di atas keganggu (misal; jadi susah tidur, suka mimpi aneh, nafsu makan ilang, dsb). Kalau dikit-dikit membagi-bagi apa yang ada di dalam diri rasanya capek dan males banget kalau ternyata itu ndak guna.
  3. Hati, buat orang introvert adalah kotak sedangkan buat orang ekstrovert adalah saringan. Kalau hati adalah kotak, maka kita harus bisa membuka dan menutup tutupnya di saat dan pada orang yang tepat. Kalau hati kita masih tertutup pada anda, maka artinya kita tidak memilih anda. Titik. Kita punya hati yang rapuh, oleh karena itu tidak ingin banyak mengeksposnya ke dunia, bisa-bisa lecet-lecet dan memperbaikinya sulit dan membutuhkan energi yang terlalu banyak (itu menyebalkan). Bagi orang ekstrovert, hati itu seperti saringan. Artinya, semua hal itu luar biasa dan semuanya pengalaman yang menarik. Karena saringan itu arahnya bolak-balik dan pasti ada dikit-dikit yang nyantol, semuanya akan dia bagi pada dunia karena dia bisa mendapatkan asupan balik dari dunia. Hal ini tidak bisa dilakukan oleh orang introvert (mendapat asupan dunia) karena tutup hatinya suka keburu ditutup biar isinya ndak lecet (dan males lagi kan). Kata Madonna, “your heart is frozen when it’s not open”. Mungkin itu yang membuat orang introvert terlihat frozen pada kebanyakan kesempatan, tapi kalau dia memilih, dia akan membara. Karena membara sering kali dia membakar orang yang disayanginya, karena toh itu yang dia rasain,”terbakar habis”. Dan kalau dia tidak menyalurkan sebagian bara itu, dia akan benar-benar habis dan itu sudah pasti mengganggu daftar essensial. Terkadang bara itu begitu panasnya dan menimbulkan istilah “posesif”.
  4. Energi itu kekal dalam artian semesta. Artinya adalah energi itu tidak kekal bagi diri kita sendiri. Saat share tentang dirinya sendiri, atau melakukan hal-hal “sosial”, yang dilakukan oleh orang introvert adalah memberikan energi bukan membagikannya. Membagi gimana sih? Hati kotak kan, jadi kalau ada yang keluar syukur-syukur bisa ada yang masuk lagi, ini mah seringnya kalau in ya in, out ya out. Tapi kita ndak nyesel kok kalo ternyata udah pernah berbagi, karena itu dilakuin dengan kesungguhan dan pasti hal yang dibagi itu penting. Tidak ada harapan untuk dibalas, kalaupun kita bilang kita ingin dibalas, itu artinya kita punya penyakit hati atau anda sudah masuk daftar essensial.

 

Psikoanalisa amatir ini…. Semoga ndak sotoy ^o^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s