Sayang….

Di dalam tulisan ini, aku akan memberikan deskripsi tentang,

“Laki-laki gombal dan perempuan yang senang dibohongi.”

Kemarin aku menentang keras pernyataan di atas, “Ndak gitu ah, perempuan ndak suka diboongin” tapi ternyata banyak balasan yang bilang kalo ceweknya dibilangin hal yang sejujurnya malah protes-protes dan lebih nerima alasan yang bukan sebenarnya. Ternyata laki-laki itu sebal mendengar pasangannya protes-protes yang pasti kedengaran kurang lebih seperti ini:

Kucing manja MODE ON
“Aaahhh… kok gitu siyh… kamu udah ndak peduli lagi sama aku? Aku udah ndak penting lagi ya?” (menarik tangan pasangan dan mengkerutkan alis)
Kucing manja MODE OFF

Dan di saat seperti itu akan keluar alasan-alasan gombal dan tidak jujur untuk menghentikan rengekan mengganggu itu.

*bisa dimengerti sih, aku juga kalau jadi laki-laki pasti melakukan apapun untuk menghentikan gangguan itu*

Tapi belakangan aku berpikir kalau apapun yang mungkin terjadi, sebaiknya jujur aja dalam sebuah hubungan. Meskipun sebagai perempuan, mungkin kita lebih suka mendengar bahwa kita diistimewakan dan tidak ingin disisihkan oleh apapun. Meskipun juga sebagai laki-laki, kita suka merasa malas mendengar rengekan pasangan kita dan ingin menghindari konfrontasi yang mungkin membuat retak dalam hubungan. Apapun yang terjadi, lebih baik jujur. Begitulah menurutku, aku juga tidak sembarangan kok mengambil kesimpulan ini. Kesimpulan untuk “selalu jujur” itu aku ambil dari pertimbangan berikut:

Pertanyaan pertama sebelum memulai sesuatu adalah: “Apakah hal ini membawa kebaikan.” Kalau jawabannya iya, langsung tancap gas tapi kalau tidak, harus dipertimbangkan dulu, “Apa bisa diarahkan ke arah yang baik?” Kalau jawabannya tidak, jangan lakukan! Kalau iya, coba dulu lalu ulangi dari step pertama.

Nah, begitu juga halnya dengan berhubungan dengan orang lain. Pertanyaan di atas harus ditanyakan. Kalau jawabannya iya, pikirkan juga alasannya hubungan itu akan membawa kebaikan.
Kalau aku sih berpikir, suatu hubungan itu bisa membawa kebaikan dengan cara mengajari banyak hal. Temanku bilang hubungannya dengan pasangan yang sekarang mengajarkan padanya bagaimana caranya menjadi sabar. Temanku yang lain bilang bahwa dari pasangan yang sekarang dia belajar bagaimana bersyukur. Kalau aku sendiri sudah/sedang belajar banyak hal yang kukira sudah aku tahu tapi ternyata belum.

Pertanyaannya berikutnya adalah bagaimana cara mempelajari hal-hal berkaitan dengan hidup kalau tidak mendapat dan menerima semuanya dengan hati yang jujur dan terbuka?
Bagaimana caranya kita belajar mengerti dan bertoleransi ketika kita selalu tidak bisa menerima pasangan kita punya hobi main game online?
Bagaimana caranya kita bisa mengajarkan pada pasangan kita untuk menerima kita apa adanya bila kita selalu menjadi ‘berpura-pura’?
Bagaimana caranya kita belajar menghargai dan menghormati ketika kita berhenti mendengar dan merasa?

*Kalau punya jawabannya, kasih tau ya. Aku belum tau nih*

Gara-gara aku bilang harus jujur (dengan kata-kata tidak tepat), aku dibilang perempuan kelewat galak. Ya, memang galak dan egois tepatnya. Karena aku ingin tahu semuanya tentang pasanganku karena dalam perjalanan mencari tahu, aku mendapatkan banyak hal yang sebelumnya tidak aku ketahui mungkin apalagi kalau tahu semuanya ya?

Dan mungkin saja di perjalanan aku juga tanpa sadar memakai gaya “kucing manja” tapi semoga tidak menghentikan pasanganku untuk jujur.

Harus dapat keberanian untuk jujur! Yak!

3 thoughts on “Sayang….

  1. Nice blog and thoughts huuuun
    pengen komen semuaaaaa….kya kya!

    gw pernah jadi kucing manja buat seseorang, dan saat gw putus alhamdulillah gw sadar dan menertawakan ketololan gw di masa lalu ituπŸ˜‰

    heri (heboh sendiri)πŸ˜€

  2. habis..perempuan itu sendiri suka membingungkan..pengennya denger kenyataan tapi kalau tau kenyataan, jadinya suka kecewa sendiri..
    mungkin gara2 para wanita suka membuat asumsi sendiri tentang sesuatu ya..jadinya kalau kenyataan ga sesuai dgn asumsi, kecewa deh..
    aku sih sedang belajar untuk meninggalkan kebiasaan membuat asumsi, seperti yg dibilang seseorang padaku, daripada berasumsi lebih baik tanya langsung..tentunya harus siap dengan segala resiko yang ada..hehe..
    blogmu menarik tapi aku blom sempet baca semuanya.. ^.^

  3. setuju buu!!

    menurut gw, kejujuran itu sangat berarti dan memiliki harga yg sangat mahal.
    jika kita menganggap seseorg berharga, maka kita harus jujur sama org tsb.

    tapi ada juga saatnya ga boleh kelewat jujur.. ga harus bo’ong sih, tapi setidaknya kita ngerem mulut kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s