Love You Like a Tattoo

Ternyata ada pembenaran logis dari rasa posesif. Bukan hanya yang dialami perempuan, tapi kemungkinan besar universal. Karena kupikir, ini adalah hal yang menarik, aku akan menuliskan garis besar hasil pengamatanku di sini.

Tahukah anda bahwa orang posesif itu ingin dicintai seperti tattoo?

Hmmm…

Penjelasan dicintai seperti tattoo adalah sebagai berikut:
Orang posesif itu ingin keberadaannya menempel, jelas, dan indah seperti tattoo. Karena keberadaannya yang sangat dekat, si empunya tattoo wajib untuk tidak melupakan si tattoo dan harus membawanya seumur hidupnya sampai dia masuk liang kubur. Dan kalau ternyata anda adalah penggemar tattoo dan kerjaan anda adalah mengumpulkan berbagai jenis tattoo apapun bentuknya, berhati-hatilah dengan orang posesif. Mereka begitu inginnya keberadaannya “jelas” sampai kalau keberadaan mereka harus bersaing dengan tattoo-tattoo lain, mereka akan minta dihapus. Mereka akan lebih senang lagi kalau mereka dihapus dengan cara yang paling menyakitkan dan meninggalkan bekas yang paling menjijikkan. Yang penting keberadaan mereka “jelas”.

Wew, mengerikan betul ya.

Tapi sebenarnya tidak semengerikan itu kok, hanya sedikit menggebu-gebu saja. Hanya cara yang kelewat bersemangat untuk mengatakan,
“Cintailah saya sampai kamu tidak bisa melupakan saya.”

Maklumi saja 2 kata “saya” dan 1 “kamu” pada kalimat di atas. Meskipun itu menggambarkan keegoisan, tapi itu juga menggambarkan seberapa takut si orang posesif kehilangan momen-momen yang ingin dihabiskan dengan pasangannya.

Jadi,

sudah cukup “jelaskah”?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s