Kata Mengerikan

POLIGAMI

Itu adalah satu kata yang menakutkan buat aku pribadi dari dulu. Yang sering terbersit,

“Siap-siap cuman dikunjungin 1 bulan sekali.”
“Siap-siap nyiapin surat-surat biar anak-anak ndak susah dapet warisan.”
“Jangan sampe si istri yang sana punya AIDS, ntar ketularan.”

etc
etc
etc

Duh, khawatir, khawatir banget. Padahal nikah aja belon . Dilema antara menjadi muslimah yang baik dan merasa dipecundangi sebagai perempuan sudah membayangi bahkan sebelum terjadi. Bayangan mengerikan bahwa harus punya kerelaan bahwa suami mengayomi orang lain, aduh…. .

Ngeri kali, sampai sering berdoa,
“Mungkin aku akan masuk surga kalau memperbolehkan suami poligami, tapi apa tidak ada jalan lain menuju surga?
Bukakan pintu surga lain ya Allah, karena awak hanya hamba yang lemah. Harusnya cukup Kau bagi saya, tapi saat ini saya tidak luar biasa hanya biasa.”

Kenapa ada suami yang tega menyuruh istrinya untuk ikhlas dengan cara yang kasar?
Kenapa ada wanita yang tega menekan perasaan orang lain seperti itu?
Kesusahan apa yang sampai membuat wanita itu tega untuk menekan istri orang lain?
Kenapa harus suami orang?

Kenapa?
Kenapa?
Kenapa?

Banyak sekali kenapa ketika aku memikirkan poligami. Ah, akhirnya tulisan ini menjadi racauan yang tidak jelas. Tapi tidak apa, saya mau meracau, saya mau membuat siapapun anda yang sedang membaca, ikut pusing. Karena inilah yang saya pikirkan tentang poligami,

“sebuah kebingungan raksasa”

Sering kali saya tidak mengerti, kenapa orang-orang membicarakan poligami seakan-akan si istri hanya memikirkan kebutuhan materi saja. Tahukah kalian kenapa para istri, atau wanita secara keseluruhan sering kali memikirkan materi saja? Itu karena mereka tidak punya kemewahan untuk memikirkan perasaan mereka. Yang dipikirkan adalah bertahan hidup, bertahan hidup, bertahan hidup, mati, kalau bisa surga.

Kenapa menekan para istri, para wanita, para gadis?

HAM – Hak Asasi Manusia, saya hanya impian untuk memilikinya karena saya selalu dibayangi ketakutan akan poligami. Saya sering kali tidak bisa tidur karena saya harus punya keikhlasan berbagi suami. Saya tahu saya bisa masuk neraka karena cinta saya pada siapapun yang akan menjadi suami saya. Saya juga tahu bahwa saya mungkin sekali masuk neraka karena punya ketekutan pada hal lain selain Tuhan.

Tolong merdekakan saya
Tolong merdekakan saya
Tolong merdekakan saya

Tolong biarkan saya berkeinginan juga.

Sulitkah mengakui bahwa istri, wanita, dan gadis adalah manusia juga?

One thought on “Kata Mengerikan

  1. Hamba mengibaratkan poligami itu laksana memiliki selular lebih dari satu. Kebanyakan manusia masa kini memiliki selular lebih dari satu, minimal satu GSM dan satu CDMA. Namun tiada demikian diri hamba, alasannya : hamba bukanlah manusia yang adil, bahkan terhadap diri hamba sendiri, hehe๐Ÿ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s