Category Archives: Uncategorized

Sketsa Menjelang November

Sketsa Menjelang November

Menjelang umur 25, tiba-tiba sakaw ngegambar. Kenapa ya?

Ini Rime. Dirinya menggeluti bidang yang berfokus menjadikan bumi tempat yang hijau dan seimbang. Sangat menyukai ekologi dan mengobrol dengan berbagai manusia yang mempunyai sifat-sifat menarik

Ini Ersa. Salah satu mantan mahasiswa Bapak aka jurusan Teknik Kelautan. Yang disukai adalah fotografi dan menjelajah alam liar. Kalau tergabung di dalam Greeners, tolong like foto dia yang tentang Baksil :D

Ini Amet. Sedang S2 di tempatnya bisa mengembangkan kesukaannya kepada penerbangan. Kebiasaannya adalah memakai headphone raksasa kemana-mana. Seperti Ersa, juga sangat menyukai fotografi

Sekian dulu sakawnya. Masih agak sakaw sebenarnya, dan sedang cari mangsa lagi nih @_@

-nyaw, tangan tremor memegang pensil-

Me, Kid Version

Me, Kid Version

TV cable di rumah lagi getol-getolnya nyiarin ulang film The Kid-nya Disney. Udah nonton sih, tapi ditonton ulang karena lagi liburan. Dan orang lagi liburan itu biasanya menyampah *hohohohohoho*.

Setelah nonton film itu, jadi bertanya-tanya, apa diriku yang waktu kecil akan merasa bangga melihat diriku yang sekarang ya? Kurasa akan agak kecewa, karena impianku waktu kecil adalah menjadi ilustrator, dan TIDAK AKAN PERNAH hidup kantoran, hidup ala hippy. Heuheuheu…

>.<

Nice….

Free School

Free School

Salah satu buku kesukaanku adalah Totto-chan. Bercerita tentang seorang anak yang tidak cocok dengan sistem pendidikan pada era itu, lalu terpaksa terus-menerus berpindah sekolah sampai pada akhirnya dia menemukan sekolah impiannya yang gedungnya terbuat dari bekas gerbong kereta. Selain Totto-chan, aku juga sangat menyukai komik “Cat Street” dan “The Wandering Class”. Ketiga bacaan kesukaanku itu punya kesamaan, semuanya bercerita tentang free school.

Free school tidak mengikuti sistem pendidikan yang lumrah. Terdapat banyak sekali waktu bebas untuk si anak mengeksplorasi bakatnya sendiri, dan tentu saja dengan bantuan guru. Free school tampaknya adalah konsep yang sangat menarik bagiku yang sering kebingungan. Kalau dulu sekolah di free school, tentu ada banyak waktu bagiku untuk mencoba berbagai hal dan menetapkan hal yang paling kusukai (bukannya alih-alih menetapkan hal yang paling aku kuasai).

Setelah ngopi-ngopi bareng temen-temen lama menyadarkanku bahwa sebenarnya aku telah mengikuti “free school ala labkal”. Labkal (Lab Kalibrasi) adalah salah satu lab di jurusan FT ITB yang secara sepihak dijadikan sekretariat situs rileks.comlabs.itb.ac.id *intranet aja*. Lab itu adalah tempat kerjanya Riechan, icon rileks. Semua orang sangat lengket pada Riechan. Kurasa itu adalah bakat terbesarnya, dia membuat orang lain merasa nyaman dengan sendirinya. Karena sangat nyaman, tidak ada yang pernah merasa malu melakukan hal-hal yang akan dianggap idiot di tempat lain *atau itu hanya aku saja?*.

Tapi seperti lirik dalam salah satu lagu Nelly Furtado, “All good things come to an end”, free school yang merupakan pelarianku pun secara berkala memudar seperti warna baju yang terlalu sering dijemur. Bos-bos jurusan FT mengetahui tentang labkal yang dijadikan tempat mangkal anak-anak yang hilang dan ditetapkan kalau hal itu sangat mengangganggu, kemudian Riechan ditarik ke bagian administrasi dan labkal pun ditinggalkan. Tentu saja mahasiswa-mahasiswa yang suka mengakses situs tersebut masih mengadakan kopdar-kopdar, tapi pertemuan-pertemuan semacam itu tidak bisa menggantikan kenyamanan sebuah free school. Karena terkadang, kau merasa tidak cocok dengan tempatmu berada sekarang, kau pun berdoa pada Tuhan, “Tuhan, aku merasa hilang dan bingung, tapi aku tidak mau memakai narkoba atau alkohol. Apa yang harus kulakukan?” Lalu ternyata seseorang mengenalkan atau secara tidak sengaja kau melihat sebuah free school yang menerimamu begitu saja tanpa banyak tanya…. Bukankah tempat seperti itu menyenangkan?

Tempat seperti ini, yang tidak mengikuti sistem dunia, apa akan ada lagi?

Harta Manusia

Harta Manusia

Di hari keempat di bulan Ramadhan ini, aku terbangun dengan sedikit was-was. Masalahnya saat bangun, aku merasakan sakit yang menusuk, menjalar dari perut bagian depan sampai punggung sebelah kiri ketika mulai berjalan. Rasa sakit yang sangat aku kenali, yaitu rasa sakit yang kurasakan ketika hasil X-ray dan USG menunjukkan bahwa di ginjalku ada kerikil >_<.

Oh tidak! >_< Jangan lagi donk!

Padahal aku hanya minum 1 gelas kurang >_<. Pasti inti kristal kerikil di ginjalnya belum kebuang. Harusnya udah curiga pas olahraga, entah kenapa malah selalu buang air kecil padahal keringatnya dah banyak >_<.

Oh tubuh, ternyata dirimu menderita ya tidak bisa membuang inti kerikil kecil itu >_<. Cup cup cup, puasa ini kita perkuat dirimu ya ^^

Ah masalah kesehatan itu menyedihkan sekali -_-. Sekarang aku sering sekali mendengar masalah kesehatan dari kenalan-kenalan dekat. Rasanya berbeda kalau mendengar penyakit-penyakit yang ada di buku-buku farmakologi, diceritakan/diderita oleh kenalan yang dekat.

Penyakit-penyakit yang tadinya terdengar seperti pengantar tidur menjadi nyata.

Nyata memberikan perubahan pada kehidupan orang lain dan pada orang-orang terdekat yang dikasihi.

Tubuh manusia memang harta manusia yang berharga. Pinjaman paling mahal yang harus bisa digunakan pada saat sehat maupun sakit. Kukira, pada sehat tentu banyak hal yang bisa dilakukan tapi bagi yang bertubuh sakit, masih ada hal yang bisa dilakukan. Menurutku alangkah baiknya yang bertubuh sakit menceritakan tentang dirinya sendiri, pola hidup, riwayat keluarga, penyakit, dsb sehingga orang lain jadi lebih tahu tentang masalah-masalah kesehatan.

Terutama jadi bisa mensyukuri tubuh sehatnya saat ini atau bagian tubuh lainnya yang sehat.

*Banyak jalan menuju roma ^^*

Love You Like a Tattoo

Love You Like a Tattoo
Ternyata ada pembenaran logis dari rasa posesif. Bukan hanya yang dialami perempuan, tapi kemungkinan besar universal. Karena kupikir, ini adalah hal yang menarik, aku akan menuliskan garis besar hasil pengamatanku di sini.

Tahukah anda bahwa orang posesif itu ingin dicintai seperti tattoo?

Hmmm…

Penjelasan dicintai seperti tattoo adalah sebagai berikut:
Orang posesif itu ingin keberadaannya menempel, jelas, dan indah seperti tattoo. Karena keberadaannya yang sangat dekat, si empunya tattoo wajib untuk tidak melupakan si tattoo dan harus membawanya seumur hidupnya sampai dia masuk liang kubur. Dan kalau ternyata anda adalah penggemar tattoo dan kerjaan anda adalah mengumpulkan berbagai jenis tattoo apapun bentuknya, berhati-hatilah dengan orang posesif. Mereka begitu inginnya keberadaannya “jelas” sampai kalau keberadaan mereka harus bersaing dengan tattoo-tattoo lain, mereka akan minta dihapus. Mereka akan lebih senang lagi kalau mereka dihapus dengan cara yang paling menyakitkan dan meninggalkan bekas yang paling menjijikkan. Yang penting keberadaan mereka “jelas”.

Wew, mengerikan betul ya.

Tapi sebenarnya tidak semengerikan itu kok, hanya sedikit menggebu-gebu saja. Hanya cara yang kelewat bersemangat untuk mengatakan,
“Cintailah saya sampai kamu tidak bisa melupakan saya.”

Maklumi saja 2 kata “saya” dan 1 “kamu” pada kalimat di atas. Meskipun itu menggambarkan keegoisan, tapi itu juga menggambarkan seberapa takut si orang posesif kehilangan momen-momen yang ingin dihabiskan dengan pasangannya.

Jadi,

sudah cukup “jelaskah”?

The Real G-Spot

The Real G-Spot
Sentuhlah dia di hatinya
-Ari Lasso-

Yang dikatakan Ari Lasso di lagunya itu benar. Kalau wanita itu melayang kalau disentuh di hatinya. Dan itu yang terjadi padaku sampai kalimat, “ARGH… ayo kendalikan diri dan jangan sampai jatuh cinta!!!!” tidak berguna karena si oknum udah mnyentuh di tempat yang tepat,

Hati.

Siapa oknum ini?

Dia adalah teman sekelasku waktu kelas 2 SMU. Sedikit seram di tampang, banyak lembut di sikap. Tidak bisa aku sebut kecengan, karena tidak ada rasa seperti itu. Tidak pernah ada “passion” dalam cara aku jatuh cinta pada dirinya. Dia seperti bapak, kakak, dan teman karib yang sangat baik tapi aku mencintainya seakan-akan tidak ada hal yang lebih penting.

Tidak ada hal yang lebih penting.
Wow, cukup menyedihkan.
Apalagi kalau yang bersangkutan tidak merasakan hal yang sama.

Weits, salah. Untung si orang itu tidak merasakan hal yang sama. Karena kalau iya, berarti ada 2 orang menyedihkan pada saat itu!

Back to topic, mengenai si oknum.

Iya, aku mencintainya seakan-akan tidak ada hal yang lebih penting. Untuk pertama kalinya dalam hidupku yang tertutup, aku merasa berhak untuk menyatakan apapun yang kurasakan tanpa merasa ketakutan sedikitpun. Aku bisa mengganggunya seharian melalui sms hanya untuk membaca gaya smsnya yang paling kusukai. Biasanya seperti ini:

Bla bla bla…, din….

Bisa juga menghabiskan waktu mengobrol dengannya hanya karena ingin menghabiskan waktu dengannya, dan lebih penting lagi, jangan sampai ia menghabiskan waktunya untuk orang lain. Pada saat-saat seperti itu aku sangat menikmati bau rokok yang menempel di tubuhnya dan bagaimana ujung-ujung matanya menyipit ketika tersenyum. Aku merasa begitu mabuknya, sampai-sampai aku tidak sadar dengan hal penting yang kutinggalkan.

Diriku sendiri.

Aku lupa bagaimana ia menjauhkan langkah ketika berjalan bersamaku karena malu terlihat bersamaku. Aku juga tidak berusaha untuk lupa bagaimana ia selalu berkata bahwa tubuhku terlihat salah (alias: terlalu gendut). Aku juga tidak ingat bahwa dia tidak sekalipun berusaha untuk melirik ke arahku.

Apa yang kupikirkan?

Aku tidak berpikir, aku hanya merasa. Bahwa tidak apa-apa ia menganggapku tidak ada asalkan aku bisa selalu mengetahui kehadirannya.

Humm?
Bukankah itu aneh?
Kenapa membiarkan orang lain mencampakkan dirimu ketika seharusnya kau adalah hal yang berharga?

Logikanya adalah begini:
Kenyataannya kau dicampakkan. Hal-hal yang tidak berharga itu pasti dicampakkan.

Apa artinya kau adalah hal yang tidak berharga?

Oleh karena itu, aku kembali ke “ARGH… ayo kendalikan diri dan jangan sampai jatuh cinta!!!!” dengan lebih fokus di “Saya istimewa.” Kedua hal itu bukan hal yang mudah, dan sering kali aku tersandung ketika menjalankannya dan malah melupakannya sama sekali. Tapi dalam hati aku yakin, karena aku akan menjadi orang hebat, pasti aku bisa mengendalikan perasaanku. Dan kalaupun tidak bisa, karena aku berusaha dengan keras, itu artinya aku sudah satu langkah lebih maju menuju kehebatan.

Bukannya itu seru?