Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘past tense’ Category

Beberapa hal belakangan ini membuatku nostalgic. Jadi ingat pertama kali berkata pada diri sendiri,
“Manusia itu memang tidak bisa diharapkan sama sekali” – dz, umur 6 1/2tahun tahun-
Lalu bagaimana seorang gadis kecil bisa kehilangan harapan seperti itu? Nah ceritanya begini;
Saat umur segitu, seperti yang sudah ditulis dalam post sebelum-sebelumnya, aku tinggal di negri Paman Sam. Kebiasaan orang [...]

Read Full Post »

Highest Chakra

Kemarin lusa iseng-iseng menonton siaran ulang “Aang, The Legend of The Last Avatar” (betul tak nih judulnya btw). Episodenya adalah tetang Aang yang membuka semua chakra-nya agar bisa membuka kekuatan avatarnya. Tapi Aang gagal karena tidak bisa membuka chakra tertingginya. Chakra-nya adalah sesuatu tentang energi kosmis dan cara membukanya adalah dengan melepaskan diri dari masa [...]

Read Full Post »

Tiba-tiba merasa mual.
Tadi lagi iseng baca macam-macam di internet, ketemu tulisan teman tentang alasan pengharaman babi dalam agama Islam. Artikel bagus tapi sesuatu membuatku mual. Temanku mengutip sebuah ayat yang menyebutkan hal-hal yang diharamkan, dan di rentetan ayat itu disebutkan bahwa “mengundi” itu haram.
Astagfirullah. Aku suka tuh mengundi kalau dah bingung banget. Seperti saat kemarin [...]

Read Full Post »

Powerbaby

“Si danz mah aneh!”
Itu adalah sebuah pendapat yang dilontarkan oleh kenalanku di SMU. Sekarang laki-laki yang memberikan pendapatnya tentangku, sejurusan dengan MM. Bukankah dunia cukup gila! Ironisnya, aku selalu mengira dirinya lah yang aneh. Talking of irony… . Bagaimanapun, terimakasih atas pendapatnya, good job bro!
Saking good job-nya, atas dasar pendapat itu, aku mendapat sebuah ceramah panjang [...]

Read Full Post »

gadis

Udah lama gak ngisi blog. Jadi apa yang terjadi belakangan ini? Cukup lumayan. Sekarang sahabat gwa membenci jeroan gwa (baca: my bestfriend hates my guts), sekarang MM dan dz bukan pasangan, dan sekarang gwa menjadi insomaniac yang gak bisa tidur dengan lampu padam. Senang mengetahui hidup belum berubah. You gain some, you lose some.
Kadang-kadang, saat mengalami hal-hal [...]

Read Full Post »

Lagi-lagi aku ingin menegaskan bahwa aku bukan orang yang musikal, tapi entah dengan cara apa musik sering menangkapku.
Seperti misalnya sewaktu aku masih baru tiba di negri tropis yang indah ini. Hal pertama yang membuatku kaget adalah hentakan-hentakan semangat penari Papua dengan koteka mereka. Pada saat itu, aku merasa quote yang paling cocok untukku adalah “Kita [...]

Read Full Post »

Di saat stress aku menghabiskan berlembar-lembar kertas menggambar berupa-rupa wanita cantik bermata bulat dan berambut panjang. Kalau sangat-sangat stress, aku bisa menggambar berulang-ulang, perlahan-lahan semakin detail, seperti warna bibir, rambut dan bentuk pinggul serta ukuran payudara.
Kupikir awalnya bahwa asal rasa stress itu hilang, tidak masalah cara yang kulakukan. Tapi ternyata ketakutan itu mulai mengambil wujudnya. Aku baru [...]

Read Full Post »

SuperVista

Pernah dengar kalimat gini gak?
“Yah, cewek itu gak usah cantik, yang penting pas diajak ngobrol gak bolot atau lemot cem Windows Vista.”
Lucu, lucu, lucu…. Pertamanya aku juga tertawa terguling-guling mendengar kalimat itu tapi entah pada menit keberapa aku berhenti tertawa dan merasa tidak enak hati. Rasanya nggak enak ngetawain kebolotan orang, dan kalaupun bolot, apa [...]

Read Full Post »

Ternyata aku memiliki rasa sakit hati yang besar. Katanya hati itu tidak bisa patah tapi ternyata hati itu memang tidak akan patah, mereka hanya membentuk lubang-lubang. Seperti lubang gigi ^^.
Nah lubang hatiku punya nama. Namanya adalah “Diremehkan”.
Orang-orang yang sangat dekat denganku akan tahu bahwa orangtuaku memberikan pendidikan yang agak berbeda dengan orang tua-orang tua lain (terlihat sebagian [...]

Read Full Post »

Ingkar

 ”Listen to your heart. You will understand”
-Pocahantas, Disney version-
 
Hidup itu keras dan berisik, oleh karenanya kita mulai lupa mendengarkan kata hati. Kita bilang pada diri sendiri, “Jangan banyak feeling, mending kita main rasional.”
 
Tapi pada kenyataannya, aku sendiri banyak menyesal terlalu mengandalkan rasio otak. Sebuah contoh sederhana adalah saat aku dimintai masukan oleh seorang temanku.
 
Dia bertanya [...]

Read Full Post »