Aku mulai berpikir untuk membeli krim anti keriput yang buat di sekitar mata. Tiba-tiba saja menua dengan tiba-tiba. Mungkin tiba-tiba sudah terbangun dengan keriput mata yang aneh (maksudnya, keriputnya cuman sebelah, tidak simetris, atau semacamnya). Jadi kurasa aku harus membeli krim itu.
Pikiran tentang mulai menua terjadi sejak pembicaraan terakhir dengan seorang kenalan yang baru putus. Dia menceritakan garis besar kejadiannya lalu mengakhiri pembicaraan dengan, “Dia sih dah ada fans kok, gak masalah putus juga.” Aku manggut-manggut sambil berpikir, “Hum hum, iya ya memang seperti itu pikiran perempuan saat putus….”
Lalu aku menyadarinya.
Bahwa apa semua perempuan seperti itu ya. Saat putus, atau cerai, atau sejenisnya, malah lebih memikirkan kebahagiaan yang di pihak sana? Seperti misalnya apa dia akan bahagia? Apa dia masih bisa ketawa? Atau apa dia masih… (isi dengan hobi paling menjijikkan)?
Atau mungkin laki-laki juga seperti itu?
Mungkin saja semua orang yang jatuh cinta itu seperti itu ya! >.<
Bukannya itu luar biasa sekali. Untuk sekali waktunya dalam hidup yang narsistik dan egois ini, kita memikirkan orang lain tanpa benar mempertimbangkan apapun.
Hebat hebat…. >.<
*Pantas temanku ada yang suka sekali patah hati dan tampak seolah-olah selalu menjadikannya sebuah bentuk perayaan.*
Tapi alih-alih berpikir apa itu karena “laki-laki” atau “perempuan” atau “sedang jatuh cinta” yang menyebabkan pemikiran seperti itu. Jangan-jangan alasan yang sebenarnya adalah karena “penuaan”.
Tiba-tiba saja ingin berbagi dengan orang lain karena “penuaan”.
Humm…
*sedang mempertimbangkan krim keriput mata*
umm…udah waktunya ya?
tadinya aku pikir selama belum menyentuh usia 30, blum perlu beli2 krim anti-aging…hehe…
Yoa…
tapi curiga terjadi penuaan dini nih ~.~
gw juga ada keriput di mata -_-