Konon katanya, penilaian test masuk FSRD (Fakultas Seni Rupa dan Desain) ITB melibatkan penginjakan karya peserta. Jadi katanya, kalau dinilai tidak ok, karya kita akan diinjak dan dibakar. Ya, itu konon katanya, entah betul tidaknya. Tapi kalau betul, berarti karyaku juga “pada suatu hari” diinjak.
Tapi kita gak bisa merubah apapun kan. Karya itu sudah diinjak. Lalu setelah itu apa aku menjadi anti dengan pensil dan kertas?
Yang seperti itu tidak ada hubungannya sama sekali. Kalau yang ingin melakukan, ya akan tetap dilakukan meskipun tidak ada yang melihatnya atau bisa-bisa kelaparan karena keinginan tidak mendukung materi-materi pendukung hidup (uang, makanan).
Dan kalau dipikir-pikir, sama tidak ada hubungannya sama sekali dengan pernyataan orang yang bilang “Wah Tuhan itu ada karena Dia begitu hebat.” Tuhan itu selalu ada, dan selalu hebat mau kita nilai begitu atau tidak.
Itu hanya pekara percaya atau tidaknya.
Lalu pada suatu hari lain apa kita dapat berkata “wah” hanya kalau dia “wow”?
Manusia. Semuanya matre. Termasuk si penulis. -_-