Aku perempuan dan aku tidak kunjung mengerti dengan istilah “girlpower”. Apa sih girlpower yang diinginkan itu? Sepertinya perempuan itu dari waktu ke waktu berusaha untuk menjadi seorang manusia super aja dari waktu ke waktu. Pengen punya pekerjaan dengan gaji besar tapi tetap punya keluarga utuh dengan anak-anak yang “sukses” dan suami yang setia. Ya ya ya… [...]
Archive for September, 2009
Girlpower Up!
Posted in estrogen, kemarahan, mars&venus, natural life on September 27, 2009 | 2 Comments »
Niat (mencari) Emas
Posted in kemarahan, natural life, past tense on September 18, 2009 | Leave a Comment »
Beberapa hal belakangan ini membuatku nostalgic. Jadi ingat pertama kali berkata pada diri sendiri,
“Manusia itu memang tidak bisa diharapkan sama sekali” – dz, umur 6 1/2tahun tahun-
Lalu bagaimana seorang gadis kecil bisa kehilangan harapan seperti itu? Nah ceritanya begini;
Saat umur segitu, seperti yang sudah ditulis dalam post sebelum-sebelumnya, aku tinggal di negri Paman Sam. Kebiasaan orang [...]
Agent of Change
Posted in natural life on September 16, 2009 | Leave a Comment »
Satu minggu yang lalu, aku membereskan catatan-catatan lamaku. Aku cukup terpesona dengan kebiasaanku yang dulu. Ternyata di luar dugaan, saat baru masuk perguruan tinggi, aku membuat sejumlah catatan yang aneh. Catatan yang aneh itu berisi hal-hal yang menurutku tertarik. Aku pernah membuat sebuah diagram alir tentang hubungan energi dan materi menurut pendapatku sendiri. Sepertinya aku [...]
Bintang
Posted in natural life on September 15, 2009 | Leave a Comment »
*Masih berhubungan dengan post sebelumnya*
Jadi karena aku begitu uring-uringan, aku berpikir bahwa bagaimana kalau kita membaca sesuatu yang pasti benar. Kau tahu, karena semuanya begitu busuk dan rasanya paru-paru penuh polusi kebohongan yang menipu, hati kita menjadi tergerak untuk menjadi kosong dan mencari kebenaran.
Meskipun sudah begitu memuncaknya polusi di dalam tubuh, untunglah masih diberi inspirasi [...]
Diam dan Melotot
Posted in kemarahan on September 15, 2009 | Leave a Comment »
Akhir-akhir ini sedang merasa terpuruk. Banyak yang ingin dilakukan, tapi terlalu banyak pilihan. Setelah memilih malah jadi tidak berminat. Selain itu, akhir-akhir ini sedang sebal dengan orang-orang yang sibuk ber-Lebaran-ria. Bukan lebaran yang mensucikan diri itu loh, tapi lebaran yang ingin segera bulan puasa ini berakhir. Mendekati akhir bulan, orang-orang semakin cepat kesal.
Kemarin pun mendapat [...]
Republik Sinetron
Posted in natural life on September 12, 2009 | Leave a Comment »
Kalau Ahmad Dhani punya Republik Cinta, kita punya Republik Sinetron.
Republik Sinetron adalah suatu negara yang terdiri dari:
1. Orang kaya yang pasti jahat dan tukang tindas
2. Orang miskin yang pasti santun dan tertindas
3. Perempuan seksi yang licik
4. Perempuan kembang desa yang lemah
5. Laki-laki tampan berbakat anak mama
6. Ibu-ibu tukang berkomplot yang suka ke salon
7. Bapak-bapak yang bingung [...]
Eyes on Me!
Posted in natural life on September 10, 2009 | Leave a Comment »
Kemarin curhat sama Bapak dan Ibu tentang nilai B dan malah dimarahi habis-habisan sama Bapak. Katanya, “Yang seperti itu harusnya jadi pecut untuk membuktikan bahwa kamu itu lebih pintar! Kalau yang seperti itu aja menyerah, payah amat!”
Huuuu… jadi saudara-saudara, saat kita merasa kekurangan, jalan keluarnya adalah memberi lebih, lebih dan lebih lagi! Dengan begitu kita [...]
Nyaw tidak puas
Posted in kemarahan on September 9, 2009 | 1 Comment »
Baru lihat nilai sidang, dan nilainya B.
B untuk BANGKE
Berbulan-bulan, siang dan malam, uang berjuta-juta dipakai untuk 1 sidang itu dan nilainya B.
SAYA SANGAT TIDAK PUAS.
terlebih lagi,
Saya merasa dikasihani.
TIDAK PERLU! <_<
Akan saya gantung transkrip nilai itu di dinding untuk mengingatkanku setiap hari bahwa saya tidak puas. Akan saya gantung transkrip itu untuk mengingatkan bahwa semua usahaku hanya [...]
Long Life Learner
Posted in ilmu, natural life on September 4, 2009 | Leave a Comment »
Akhirnya dapat juga gelar “Apt” di belakang nama. Dah bercucuran keringat, emosi, dan macam-macam lainnya. Terharu dan gak percaya rasanya. Tapi yang paling mengharukan adalah terpilihnya temanku *sebut Pebbles* sebagai lulusan terbaik.
Pebbles adalah orang yang sangat tenang dan sabar. Otaknya encer dan inovatif. Dari dulu selalu salut lihat Pebbles. Dia selalu semangat dan tidak pernah berhenti [...]