Saat ini sudah mencapai titik terjenuh KP. Sudah bosan melihat buku berisi peraturan yang saling bertabrakan, pengen membanting telepon saking bosan dengar bunyinya, pengen ngelemparin berkas-berkas perizinan ke muka konsumen, dsb. Benar-benar sudah jenuh sekali dengan kerjanya….. <_<
Gila, kasian banget orang dewasa. Tiap hari harus menghadapi kebosanan yang macam begini selama… BERTAHUN-TAHUN. Oh no!!!! Gilaaaaaaa, mimpi buruk jadi nyata banget… *hiii…*. Aku sih merasa tidak akan sanggup menjalani hidup yang seperti mereka itu. Bangun pagi-pagi, mengetahui bahwa kita harus menghadap pekerjaan yang membosankan, mematikan kreatifitas, terus pas pergi tidur malamnya kita tahu besok paginya kita harus kerja seperti itu.
Hhhiiiiiiiiiihhhhhhh……….
Gaji aja sih gak akan berasa itu mah…..
Kurasa itu keluarga memang jadi penting sekali kalau sudah begitu. Kadang-kadang nambah pusing, tapi setidaknya pas pulang kerja, kita tahu ada orang yang peduli sama kita. Lalu, semuanya itu menjadi berarti. Mungkin buat beberapa orang, keluarga itu tidak penting, karena setiap saat mereka ingat untuk bersyukur pada Tuhan dan pekerjaannya jadi ada arti terus. Tapi buat aku, kalau tidak ada yang mengingatkan, akan susah sekali bersyukur.
Untung Allah SWT mencukupkan kebutuhanku. Selalu selalu selalu saja tanpa lelah mencukupkan.
Bahkan hal-hal yang dirasa tidak heboh sebenarnya sangat heboh.