“Tapi mereka berbeda click!!!”
Itu adalah kalimat yang diteriakkan temanku yang terkejut mendengar 2 kenalan kami di SMU menikah. Sepengetahuan kami, mereka berdua tidak berada dalam ‘click pergaulan’ yang sama. Aku akan selalu mengenang si lelaki sebagai anak DKM yang digosipkan punya pacara di kampung halamannya, dan si perempuan sebagai anak yang hip dan gaul. Baiklah, DKM…, hip. DKM yang hip? o_O
Mana nyambungnya? Entahlah. Pokoknya sekarang mereka sudah menikah loh. Tanpa mempedulikan bahwa rasa ‘greng’ di antara mereka cuma bisa bertahan antara 2-4 tahun (berdasarkan suatu kaji ilmiah). Mereka tetap menikah dengan pertimbangan segala perbedaan itu. Bukankan itu sangat ‘wew’!
Jangankan mereka yang merupakan pasangan ‘DKM-hip’, aku dan MM juga pasangan yang tidak berasal dari click sama. Ayolah, ‘penghuni himpi-nonhimpi’… Wow, sepertinya sangat cocok ya…. *garuk garuk bingung*
*Ah tapi kupikir, what the hell with it. Apa sih hal paling buruk yang bisa terjadi kalau mengobrol dengan penghuni himpi? Disuruh scotch jump dan keliling kampus 10 kali? Wekekekek, setidaknya aku akan menjadi kurus
.*
Tapi menurut temanku yang lain *mengenai pasangan DKM-hip*, “Mungkin mereka punya lebih banyak kesamaan dari yang kita kira.”
Lalu kupikir, iya. Iya seperti itu. Kesamaan agama itu cukup. Kesamaan spesies itu cukup. Hal lain yang ternyata sama itu hanya bonus, dan selebihnya yang berbeda memang sudah terduga. Di luar dugaan, pasangan-pasangan yang berbeda click hanya orang-orang yang sederhana ya.
Just ordinary people.